Derita Bulimia Tina Toon

Sumber :
  • VIVAnews/Beno Junianto
Salah diet

Demi bertubuh langsing, Tina mengaku sempat menghalalkan segala cara. Tina mengambil jalan pintas, merogoh tenggorokan hingga muntah. Mereka yang melakukan hal ini disebut sebagai penderita bulimia nervosa. Dan Tina pernah mengidap bulimia tiga tahun lebih.


Sepanjang itu, tidak ada anggota keluarga Tina yang tahu. Dan ia tidak hanya memaksakan diri memuntahkan segala penganan yang sudah masuk perut. Juga berolahraga secara berlebihan, hingga berjam-jam dalam sehari. “Akhirnya Oma memergoki dan menginterograsi saya,” ujar Tina. “Dengan proses yang cukup lama, saya sembuh dari penyakit itu.”

Bagi Tina, dukungan keluarga sangat berarti. Apalagi ketika ia sangat ingin menurunkan berat badannya. Selain harus mencari cara diet yang sesuai dengan tubuh, Tina juga kerap depresi ketika berhadapan dengan angka timbangan yang tidak kunjung bergerak ke arah kiri. Kalau sudah begitu, Tina melanjutkan, rasanya stres. Bahkan ia sempat membanting dua alat timbangan.

Untuk itu, dukungan keluarga mesti kuat. Sehingga mereka yang menjalani diet tak mudah menyerah. “Dukungan keluarga juga penting agar orang gemuk, terutama remaja, tidak salah jalan seperti saya dulu,” ujar Tina.

Mengenal Bulimia

Masalah bulimia yang dihadapi Tina termasuk sebagai gangguan pola makan. Pengakuan Tina sebagai penderita Bulimia hingga berhasil mengalami perubahan berat badan drastis mengagetkan banyak orang.

Gangguan makan ini tak bisa disepelekan karena dapat menyebabkan komplikasi medis yang kronis mulai dari dehidrasi, gagal ginjal, gagal jantung hingga gangguan pencernaan.