Derita Bulimia Tina Toon

Sumber :
  • VIVAnews/Beno Junianto

Bulimia nervosa atau dikenal sebagai bulimia merupakan gangguan makan kronis yang dapat mengancam kelangsungan hidup penderitanya. Penderita bulimia memiliki kebiasaan menyingkirkan kalori berlebih dengan cara yang tidak sehat seperti memuntahkan makanan.


Terdapat dua kategori bulimia yaitu purging bulimia di mana penderitanya secara rutin memuntahkan makanan atau mengonsumsi obat pencahar, diuretik atau enema dengan dosis berlebihan dan non purging bulimia yang penderitanya melakukan pengurangan kalori dalam tubuh dan mencegah naiknya berat badan dengan melakukan puasa, diet ketat atau olahraga berlebihan.

Seperti dilansir dari situs web kesehatan Medicinenet, tidak ada penyebab spesifik bulimia namun beberapa faktor seperti psikologis dan biologis berperan penting dalam munculnya gangguan makan ini.

Bulimia dan gangguan kejiwaan

Seseorang yang memiliki anggota keluarga yang mengidap gangguan makan berisiko lebih tinggi untuk mengidap penyakit yang sama. Namun, menurut beberapa studi, para penderita bulimia umumnya memiliki masalah psikologi dan kesehatan mental yang terganggu seperti memiliki kepercayaan diri yang rendah, terobsesi memiliki postur tubuh yang langsing dan sebagainya.

"Orang yang mengidap bulimia, terutama kaum perempuan, ekspektasinya sangat tinggi. Misalnya menjaga penampilan dalam keseharian, menjaga berat badan supaya tetap ideal. Mereka juga dituntut lingkungannya agar badan tetap prima, menjaga makanan," kata Psikolog dari Universitas Maranatha, Bandung, Efnie Indranie saat berbincang dengan VIVAlife, Kamis, 11 September 2014.

Dalam hal ini,  lanjut Efnie wanita khususnya remaja antara usia 15 hingga 22 tahun ternyata lebih rentan mengidap gangguan makan ini. Hal tersebut dikarenakan tekanan sosial seperti yang mereka lihat di kalangan teman-teman atau media mengenai bentuk tubuh ideal seorang wanita.