Panas Bumi Jadi 'Senjata' RI Kurangi Tingkat Karbon

Lokasi proyek pengolahan energi panas bumi.
Sumber :
  • Antara/ Novrian Arbi

VIVAnews - Indonesia mendapat dukungan untuk komitmen menurunkan tingkat karbonisasi (dekarbonisasi) dengan menerapkan kebijakan energi keberlanjutan di berbagai sektor.

Dukungan itu disampaikan dalam peserta forum workshop Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan bersama United Nation-Sustainable Development Solution Network (UN-SDSN).

"Dari hasil workshop ini UN-SDSN sepakat untuk bekerja sama melahirkan berbagai program yang bisa membantu Indonesia mencapai target dekarbonisasi,” kata I.B Putra Prathama, Senior Advisory Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI pada penutupan workshop di Jakarta, kemarin.

Forum itu menyepakati dekarbonisasi di sektor transportasi, energi, turisme, perkotaan dan pulau kecil.

Putra mengatakan, peluang untuk menekan dekarbonisasi melalui sektor energi cukup tinggi, karena Indonesia mempunyai sumber energi ramah lingkungan yang sangat besar seperti panas bumi dan biofuel.

“Kita terbesar di dunia,” kata Putra.

Diperkirakan, total panas bumi di Indonesia mencapai 28.617 Megawatt (MW) dan sampai saat ini baru dimanfaatkan 1.341 MW. Indonesia masih kalah dibandingkan Filipina yang telah memanfaatkan 1.904 MW panas bumi.

Menurut Putra, peluang Indonesia meningkatkan penggunaan panas bumi terbuka luas, setelah pemerintah mengeluarkan Undang-undang No.21 Tahun 2014 tentang Pengelolaan Panas Bumi.

Sedangkan untuk biofuel, lanjut Putra, Indonesia mempunyai 11 spesies tanaman yang bisa diolah menjadi biomassa untuk menghasilkan biofuel seperti etanol dan metanol.

img_title Polisi Tangkap Satu Orang Bawa Senjata Tajam saat Demo Ricuh di Malioboro Yogyakarta

“Sebagian besar dari spesies itu tidak terkait dengan tanaman pangan,” katanya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Seperti diketahui, Indonesia telah menyatakan komitmennya untuk menurunkan tingkat korbonisasi sampai 26 persen pada 2020 mendatang.

img_title Ungkapan Jujur Andre Taulany Usai Honeymoon Bertiga Bareng Anak: Enggak Apa-apa!
Untuk mencapai target itu, menurut leader council
img_title Advan X1 Neo vs Nubia A57, HP Murah Mana yang Lebih Layak Dibeli untuk Pemakaian Harian?
UN-SDSN, Mari Pangestu, sektor energi bisa berperan cukup besar untuk penggunaan sumber energi yang ramah lingkungan dan manajemen pengelolaan energi di sektor transportasi, industri, gedung-gedung, sampai rumah tangga.

“Meski bukan penyumbang terbesar terhadap karbonisasi atau emisi CO2, sektor energi bisa berkontribusi," kata Mari.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Standar Listrik Kota

Mari menambahkan Indonesia juga berpeluang untuk menurunkan emisi CO2 melalui penataan perkotaan dan sumber energi di pulau-pulau kecil. Sampai saat ini, Indonesia belum mempunyai standarisasi penggunaan listrik di perkantoran atau gedung-gedung seperti negara lain.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut