Astra International Bukukan Pendapatan Rp150,58 Triliun

Gedung Astra International
Sumber :
  • Astra International

VIVAnews - PT Astra International Tbk pada kuartal III tahun ini membukukan pendapatan Rp150,58 triliun, atau naik 6 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu Rp141,84 triliun.

Selain itu, Head of Investor Relations Astra International, Tira Ardianti, Jumat 28 November 2014, mengatakan perseroan mencatatkan laba bersih Rp14,49 triliun, naik dibanding kuartal III tahun lalu Rp13,46 triliun.

"Kontribusi terbesar pendapatan dari otomotif sebesar 59 persen. Sementara itu, sisanya non auto sebesar 41 persen," ujar Tira, di Bogor Jawa Barat.

Tira menuturkan, meskipun penjualan dari otomotif pada kuartal III tahun ini turun menjadi hanya tumbuh 59 persen dari 68 persen pada periode yang sama tahun lalu, tetapi sektor ini masih berkontribusi besar terhadap pendapatan Astra.

"Untuk non auto mengalami pertumbuhan dari tahun sebelumnya, dari 32 persen menjadi 41 persen," jelasnya.

Penjualan mobil turun

Lebih lanjut, Tira mengatakan, penjualan motor Astra International mengalami kenaikan, tetapi penjualan nmobil justru turun. Menurutnya, pangsa pasar penjualan motor meningkat dari 60 persen menjadi 63 persen.

"Lain halnya dengan penjualan mobil yang justru menurun dari 53 persen menjadi 51 persen," paparnya.

Tira mengungkapkan bahwa turunnya penjualan mobil Astra disebabkan adanya persaingan dari kompetitor. Untuk motor, penjualan Honda paling banyak diminati, yaitu sebesar 63 persen dari keseluruhan. Kemudian, selanjutnya Yamaha sebesar 31 persen.

"Kalau mobil, Toyota yang paling besar yaitu sebeser 33 persen. Lalu, Daihatsu sebesar yang sebesar 15 persen, kemudian Honda sebesar 14 persen," tuturnya.

Garuda Indonesia Sanksi Tegas Pegawainya yang Jadi Petugas 'Nebeng' Haji ke Tanah Suci


Baca juga:

Keajaiban Teknologi! LVAD Selamatkan Nyawa Penderita Gagal Jantung yang Hampir Putus Asa

(asp)

Ilustrasi pabrik rokok.

Kenaikan Cukai Picu Turunnya Produksi Rokok dan Penerimaan Negara

Laporan penerimaan Kepabeanan dan Cukai Maret 2024 menunjukkan penurunan sebesar 4,5 persen, dibandingkan periode yang sama tahun lalu menjadi Rp 69 triliun.

img_title
VIVA.co.id
8 Mei 2024