Data Ini yang Tentukan Identifikasi Korban AirAsia

Serpihan Pesawat AirAsia Ditemukan
Serpihan Pesawat AirAsia Ditemukan
Sumber :
  • VIVAnews/Ikhwan Yanuar

VIVAnews - Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri mulai aktif mengumpulkan data antemortem penumpang pesawat AirAsia nomor penerbangan QZ8501. Langkah itu dilakukan sejak Basarnas mengumumkan temuan jasad dari penumpang pesawat yang hilang kontak pada Minggu pagu, 28 Desember 2014 lalu.

Direktur Eksekutif DVI Mabes Polri, Kombes Anton Castilani, Rabu 31 Desember 2014, mengatakan proses identifikasi akan dipusatkan di Jawa Timur yakni di RS Bhayangkara Polda Jatim.

Anton menambahkan pihaknya bakal bekerja keras mengidentifikasi penumpang AirAsia. Sebab berdasarkan pengalaman, untuk mengenali korban yang tenggelam berhari-hari sangat susah.

"Sangat sulit diidentifikasi, biasanya kondisinya (jasadnya) sangat jelek, pembusukannya sangat kacau," kata dia kepada VIVAnews.

Untuk itu, tim DVI membutuhkan sebanyak mungkin data antemortem dan postmortem dari penumpang pesawat rute Surabaya-Singapura itu.

"Yang menentukan identifikasi dalam konteks ini yaitu gigi, DNA," kata dia.

Tim DVI, sambungnya, bakal melakukan segala cara untuk mempermudah identifikasi penumpang AirAsia itu. Tim aktif mengumpulkan sidik jari, properti, DNA sampai data gigi para penumpang tersebut.

Anton mengaku tim DVI mulai aktif mengumpulkan data antemortem penumpang AirAsia itu sejak kemarin, setelah pengumuman penemuan jasad penumpang oleh Basarnas.

"Iya mulai kemarin. Kami baru lakukan itu karena terkait masalah etika saja," ujar dia.

Diberitakan sebelumnya, sejak kemarin tim pencari AirAsia telah menemukan beberapa jasad penumpang AirAsia.

Baca juga:

Puing Air Asia Ditemukan, Bantuan Asing Ditahan Dulu