Begini Evolusi Pola Makan Nenek Moyang

Manusia Neanderthal yang ditemukan di Jerman pada tahun 1856
Sumber :
  • http://id.cutpen.com

VIVA.co.id - Suatu tim peneliti baru-baru ini mengungkapkan evolusi pola makan manusia dari masa lalu ke era modern. Riset mereka menunjukkan manusia modern jauh lebih baik dalam mencerna tepung halus atau pati dibandingkan dengan nenek moyang manusia.

Mengutip Live Science, Rabu 21 Januari 2015, riset peneliti Universitas Pennsylvania, AS, mendalami gen dari Neanderthal dan kerabat manusia terdekat dengan manusia modern, Denisovan.

Dalam studi, peneliti mengurutkan genom wanita Neandertal dan gadis Denisovan yang ada di gua di Siberia.

Peneliti tertarik pada gen reseptor rasa. Mereka menemukan dua gen reseptor rasa pahit yaitu TAS2R62 dan TAS2R64, telah bermutasi dalam hominin. Pada kerabat manusia yang lebih dekat dengan simpanse ini, gen reseptor sudah tidak berfungsi lagi.

Setelah didalami peneliti, ternyata mutasi gen itu telah terjadi sebelum perpecahan antara nenek moyang manusia modern (Neanderthal dan Denisovan).

Mengenal Lucy, Nenek Moyang Manusia Modern

Dalam penelitian itu, mereka juga menemukan reseptor lainnya yaitu TAS2R38  pada kedua nenek moyang manusia itu. Reseptor ini membantu mendeteksi senyawa yang dikenal sebagai PTC, yang secara teratur digunakan untuk mengukur sensitivitas terhadap kepahitan.

Peneliti juga menemukan mutasi yang menonaktfikan gen MYH16, gen yang terkait dengan otot rahang. Mutasi ini terjadi setelah simpanse dan hominin menyimpang dan sebelum nenek moyang manusia modern memisahkan diri dari Neanderthal dan Denisovan.

Dijelaskan peneliti, hilangnya gen tersebut kemungkinan akibat pengembangan dalam memasak, yang merupakan cara membuat makanan menjadi lebih mudah. Tentunya dengan adanya pengembangan kebudayaan memasak, otot rahang tak begitu dibutuhkan lagi.

"Hilangnya gen adalah sesuatu yang menarik dan berpotensi kuat untuk sejarah evolusi kita. Karena ada beberapa perubahan perilaku atau lingkungan kita," jelas George Perry, ahli genetika antropoligi Universitas Pennsylvania.

Dalam kaitan itu, peneliti juga menemukan gen manusia modern rata-rata memiliki salinan AMY1, tiga kali lebih banyak. AMY1 merupakan enzim dalam air liur yang membantu memecah tepung halus.

Temuan ini AMY1 menegaskan bahwa manusia purba kurang efisien dalam mengonsumsi tepung halus, berbeda pada manusia modern.

"Temuan ini menunjukkan kita adalah kombinasi kompleks adaptasi kuno dan adaptasi yang lebih baru dalam hal mengubah pola makan," jelas peneliti.

Temuan ini telah dipublikasi secara online dalam jurnal Human Evolution. (ren)

Baca juga:

Peneliti: Hobbit adalah Homo Erectus dari Asia

Nenek Moyang Baru Manusia Ternyata Kreatif dan Gesit
Manusia Neanderthal yang ditemukan di Jerman pada tahun 1856

Nenek Moyang Manusia Menyebar karena Pengkhianatan?

Ini terjadi 100 ribu tahun lalu.

img_title
VIVA.co.id
26 November 2015