Riset: Makin Berpikir, Otak Tunjukkan Keteraturan

Peneliti Jepang, Hiroki Okada
Peneliti Jepang, Hiroki Okada
Sumber :
  • C-Tech Labs

Komunikasi masa depan

Okada melakukan riset di Indonesia, melalui skema kerja sama joint research yang disepakati oleh Kyoto University dan C-Tech Labs pada 2014 lalu. Kerja sama riset dilakukan dalam membangun kapasitas riset tentang kerja otak manusia dan pengembangan teknologi komunikasi maju di masa depan.

"Otak manusia merupakan salah satu bidang yang sangat sedikit dieksplorasi dalam sains dan penelitian," ujar Profesor Ken Umeno, Kepala Department of Applied Mathematics and Physics di Kyoto University ketika penandatanganan kerja sama tersebut.

Ia menekankan, perkembangan teknologi komunikasi dan informasi masa depan akan beralih pada komunikasi digital antarotak manusia yang perkembangannya tergantung pada kemampuan analisis kerja otak manusia dan pengkodean data aktivitas otak, menjadi berbentuk data informasi digital.

C-Tech Labs yang berbasis di Kawasan Alam Sutera, Tangerang, selama ini telah berhasil mengembangkan teknologi pencitraan untuk memindai otak manusia secara 4D (real time) menggunakan teknologi ECVT. Alat pemindai aktivitas otak 4D ini pertama kali diperkenalkan pada Simposium Internasional tentang Pencitraan Biomedis (ISBI) IEEE di San Fransisco, Amerika Serikat, pada 7 hingga 11 April 2013 lalu.

Teknologi ini sebelumnya digunakan untuk melakukan pendeteksian abnormalitas fungsi otak yang disebabkan oleh tumor, epilepsi, penyakit Alzheimer, atau disfungsi otak lainnya.

Teknologi pengkodean chaos memungkinkan untuk mengubah data aktivitas otak menjadi data digital dan mentransfernya melalui teknologi komunikasi dan informasi. Dengan demikian, suatu ketika manusia bisa dilakukan komunikasi antara otak dengan komputer, atau antarotak manusia melalui komputer atau internet yang merupakan konsep telekomunikasi masa depan. (asp)

 

Baca juga: