Patrialis Akbar Kembali Jadi Advokat

VIVAnews - Politisi Partai Amanat Nasional, Patrialis Akbar, menyatakan akan kembali bergiat di dunia hukum yang telah membesarkan namanya. Patrialis gagal kembali ke Senayan sebagai anggota Dewan Perwakilan Daerah periode 2009-2014.

"Masih banyak yang bisa dilakukan," kata Patrialis di sela-sela Rapat Paripurna Dewan Perwakilan Rakyat, Selasa 19 Mei 2009. "Menjadi anggota legislatif kan hanya merupakan bagian dari pengabdian kepada negara dan bangsa ini," ujar pria kelahiran Padang, 31 Oktober 1958, lampau itu.

Patrialis masih berkesempatan aktif di dunia hukum karena sampai saat ini izin praktik pengacaranya masih berlaku. Kembali menjadi pengacara, kata suami Sufriyeni itu, juga salah satu cara memperjuangkan masyarakat dan bangsa.

Patrialis tidak lolos menjadi anggota DPD melalui daerah pemilihan Sumatera Barat. Patrialis berada di urutan kelima, padahal kursi yang tersedia hanya empat. Anggota DPR dua periode ini merasa ada keanehan dalam perolehan suara saingannya yang berada di empat besar.

"Ada yang di sana (Dapil) dapat suara sampai 85 ribu, yang menurut akal sehat saya tidak mungkin. Tapi sudahlah saya tak mau mempersoalkannya. Lagipula kemarin itu saya kurang serius. Jadi saya dapat urutan kelima, ya sudah saya langsung kembali ke Jakarta," katanya lalu tertawa.

Berkesempatan menjadi anggota DPR selama dua periode telah memberi lulusan Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Jakarta itu pengalaman yang berharga. "Saya jadi dapat kematangan disini untuk memberikan dukungan masyarakat terhadap penegakan hukum secara langsung," kata Patrialis yang terakhir duduk di Komisi Pemerintahan DPR itu.

"Saya juga menyaksikan pergerakan politik yang aneh-aneh. Banyak yang tidak konsisten dengan janjinya. Yah, pengalamanlah," kata bapak dari lima anak itu.

Menurut Patrialis banyak petualang politik di Dewan yang harus antisipasi ke depan. "Supaya sistem DPR kita menjadi lebih baik lagi," katanya. "Nggak bisa kita mempertahankan terus petualang-petualang seperti mereka itu di DPR. Karena mereka banyak malasnya." Maka DPR harus diberi panduan kerja yang baik.

Meski begitu, kata Patrialis, tak sedikit juga legislator yang serius dan profesional sebagai politisi. "Mereka benar-benar mengabdi dan berjuang untuk masyarakat," katanya. Tentunya Patrialis juga dikenal salah satu dari yang kategori ini.