Pelemahan Rupiah Picu Indeks Turun

VIVAnews - Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup melemah 4,40 poin atau 0,39 persen ke level 1.106,98 pada transaksi sesi I Rabu, 29 Oktober 2008. Meski saat pembukaan tadi, indeks langsung menguat 35,14 poin (3,16 persen) ke level 1.146,53.

Menurut analis PT Reliance Securities Andrew Sihar, penguatan indeks yang tidak bertahan itu terpicu pelemahan rupiah terhadap dolar AS dan ketatnya likuiditas yang mendorong terkoreksinya kembali indeks. "Sebetulnya indeks sudah mampu mengikuti pergerakan bursa luar, tapi karena rupiah melemah, akhirnya indeks ikutan," ujar dia kepada VIVAnews di Jakarta, Rabu.

Sementara itu, di bursa kawasan Asia pada penutupan perdagangan hari ini cenderung menguat. Indeks Nikkei 225 terangkat 272,99 poin (3,58 persen) di level 7.894,91 dan Hang Seng Index yang menguat 171,47 poin atau 1,36 persen ke posisi 12.767,76.

Sedangkan di BEI, saham-saham yang mengalami penurunan harga terbesar antara lain PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) ditutup melemah Rp 650 (9,84 persen) ke level Rp 5.950, PT United Tractors Tbk (UNTR) terkoreksi Rp 225 atau 8,49 persen di posisi Rp 2.425, PT Astra International Tbk (ASII) turun Rp 200 (2,73 persen) menjadi Rp 7.100, PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) melemah Rp 170 atau 9,55 persen ke level Rp 1.610, dan PT BISI International Tbk (BISI) yang ditutup terkoreksi Rp 140 (9,58 persen) ke posisi Rp 1.320.