Prediksi Rupiah 1 April 2015 Tembus 13.080-13.089

proses penghitungan uang di bank
proses penghitungan uang di bank
Sumber :
  • VIVA.co.id/Ikhwan Yanuar

VIVA.co.id - Laju rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) berpotensi memburuk saat mengawali perdagangan di bulan April 2015. Hal tersebut dapat terjadi, jika rilis data ekonomi dalam negeri, seperti inflasi dan neraca perdagangan tidak sesuai ekspektasi pasar.

Sebelumnya, berdasarkan pantauan data Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia (BI), rupiah tembus ke level Rp13.084 per dolar AS pada perdagangan Selasa 31 Maret 2015. Angka ini, naik tipis sebesar dua poin atau 0,01 persen dibandingkan penutupan sehari sebelumnya sebesar Rp13.086 per dolar AS.

Kepala Riset PT Woori Korindo Securities Indonesia, Reza Priyambada, mengatakan bahwa meski masih adanya gangguan global, seperti kembali munculnya ketidakpastian di Yunani sehingga menyebabkan nilai euro melemah, namun dapat diimbangi oleh sikap pelaku pasar yang tetap optimis terhadap membaiknya data ekonomi dalam negeri.

Menurut dia, mata uang garuda diperkirakan masih bergerak di kisaran Rp13.080-Rp13.089 per dolar AS. "Pasar masih wait and see, mencermati dan mengantisipasi potensi pembalikan arah," tuturnya kepada VIVA.co.id, Selasa 31 Maret 2015.

Sebagai informasi, neraca perdagangan Indonesia pada Februari 2015 mengalami surplus sebesar US$740 juta. Secara kumulatif, neraca perdagangan pada Januari-Februari 2015 tercatat surplus US$1,48 miliar.

Sementara itu, setelah pada Januari 2015 mengalami deflasi sebesar 0,24 persen dan pada Februari 2015 deflasi sebesar 0,36 persen, maka untuk bulan Maret 2015, BI memperkirakan akan terjadi inflasi pada kisaran 0,27-0,3 persen. (one)

![vivamore="Baca Juga :"]

Dilema Pengusaha dan Pemerintah di Tengah Hancurnya Rupiah

BI: Ada Mata Uang yang Lebih Lemah dari Rupiah