Mencari Ketenangan di Desa Wisata Cabo Polonio

Cabo Polonio
Sumber :
  • cabo-polonio.com

VIVA.co.id - Banyak desa memiliki keindahan dan keunikan. Tak heran, desa tersebut dijuluki sebagai desa wisata.

Seperti desa yang ada di Uruguay. Sebuah desa kecil ini bernama Cabo Polonio. Tak hanya menyimpan keindahan, desa ini juga sangat tenang.

Tapi, bagi Anda yang sangat menyukai keramaian dan tempat gemerlap, jangan pernah mencoba tinggal di desa ini.

Seperti dilansir Amusing Planet, desa kecil Cabo Polonio adalah tempat yang tepat untuk Anda bermalam, yang berada di dekat pantai kecil ujung Samudra Atlantik di pantai timur Uruguay. Terletak tidak jauh dari jalan, desa kecil Cabo Polonio bisa dicapai dengan menggunakan truk-truk setempat atau dengan mengendarai kuda.

Kendaraan-kendaraan ini pula yang biasanya dipakai rakyat lokal untuk mengantar para pendatang ke pantai tersembunyi. Datang ke tempat ini, Anda harus siap menghadapi sebuah daerah yang kekurangan listrik dan minim fasilitas air bersih.

Pantai berpasir yang panjang dan terkenal di kalangan peselancar ini memang masih belum maju. Namun, pasti Anda sudah tidak peduli lagi dengan kekurangan-kekurangan pantai ini, bila sudah melihat keindahannya.

img_title Desa Wisata Tak Lagi Jadi Fokus Kementerian Pariwisata

Di satu sisi, ombak ganas berdebur menghantam tepi laut, dan di sisi lainnya air sangat tenang serta cocok sekali untuk berenang-renang.

Mercusuar adalah satu-satunya struktur jaringan penerangan di desa ini. Tak satu pun dari beberapa ratus rumah di sana memiliki listrik atau air, bahkan tidak ada tempat pembuangan kotoran.

Hanya segelintir tempat bisnis dan rumah yang memiliki generator atau panel surya yang menggunakan tenaga angin untuk menerangi rumah mereka. Kebanyakan orang-orang di sana mengumpulkan air hujan demi memperoleh air.

Desa Cabo Polonio relatif tenang selama bulan-bulan di musim dingin dari Mei hingga September. Selama periode ini, hanya ditemukan beberapa pencinta satwa liar, ilmuwan, dan nelayan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Tetapi, pada puncak musim panas, pada Januari, desa yang tenang ini menjadi salah satu tempat paling populer. Bahkan, menjadi tempat liburan musim panas di kalangan hippies di Argentina dan Brasil.

Adanya desa ini meningkatkan jumlah hostel dan restoran, tetapi sebagian besar pengunjung memilih untuk menyewa rumah dari penduduk setempat. Bagi yang ingin mengisi ulang baterai, Anda bisa menyambangi toko kelontong yang memiliki pembangkit listrik.

Setiap hari mereka hidup dengan cahaya lilin, bahkan, kurangnya listrik adalah salah satu keluhan terbesar dari penduduk di sini.

Seorang warga pemilik restoran mengatakan pada NY Times bahwa setiap warga harus mengandalkan angin untuk mengubah kincir angin mereka menjadi tenaga listrik. Banyak nelayan dan pemilik usaha juga ingin memiliki tenaga listrik untuk kehidupan sehari-hari.

Bagi para wisatawan, Cabo Polonio memberikan kesempatan unik untuk melarikan diri dari kehidupan modern dan salah satu tempat di dunia yang paling memesona. (art)

img_title Pernyataan Berkelas Igor Tolic setelah Persib Libas Melbourne Victory
Sejumlah wisatawan asing melihat pemandangan rumah tradisional di Desa Penglipuran, Bangli, Bali.

Desa Wisata, Cara Terakhir Dongkrak Wisatawan?

Desa wisata menjamur. Bali, paling banyak menerapkan konsep ini.

img_title
VIVA.co.id
9 April 2016
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut