Patahan Kerak Bumi Ancam Warga Kupang

VIVAnews - Pemerintah Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur mengambil inisiatif untuk merelokasi sekitar 150 warga atau 31 keluarga, yang bermukim di Desa Tolnaku, Kecamatan Fatuleu ke lokasi yang lebih aman.

Langkah ini diambil setelah terjadi tanah longsor akibat patahan kerak bumi sepanjang lebih dari 20 kilometer. Bupati Kupang, Ayub Titu Eki yang dihubungi di Kupang Selasa 9 Juni 2009  mengatakan, pihaknya telah membentuk tim penanggulangan bencana menanganai masalah longsor dan patahan kerak bumi tersebut.

"Untuk sementara warga mengungsi ke lokasi yang aman dan mereka akan direlokasi ke pemukiman baru. Saat ini ratusan warga dari 31 keluarga tersebut ditampung sementara," ujar Titu Eki.

Menurut Titu Eki, hasil survei Badan Geologi Nasional Bandung beberapa waktu lalu menunjukkan bahwa terjadi patahan kerak bumi, sehingga warga diminta untuk waspada. "Beberapa titik di sekitar lokasi tersebut, rawan terjadi patahan," ujarnya.

Sementara Kepala Bagian Sosial Setda Kabupaten Kupang Dominggus Bulla mengatakan, hasil penelitian Tim Badan Geologi Nasional Bandung beberapa waktu lalu menunjukkan bahwa terjadi pergeseran kerak bumi di wilayah Kecamatan Fatuleu yang sudah mencapai lebih dari 20 kilometer. "Pergeseran ini mengancam terjadinya patahan kulit bumi," kata Dominggus.

Menurutnya, kesimpulan para peneliti dari tim Geologi Bandung bahwa pergeseran kerak bumi di Fatuleu itu akan terus terjadi. Bahkan kemungkinan terjadi patahan yang besar yang bisa mengakibatkan wilayah Kabupaten Kupang terbelah menjadi dua bagian.

"Hasil penelitian membuktikan bahwa ada kawah besar dengan vomule air mencapai jutaan kubik. Sehingga kalau terjadi patahan maka akan terjadi bencana besar, bahkan sekitar 2-3 desa bisa tenggelam," lanjutnya.

amril.78@vivanews.com

Laporan: Jemris Fointuna | Kupang