Empat Cara Mengatur Keuangan Bagi Freelancer

Freelancer
Freelancer
Sumber :

VIVA.co.id - Mengatur keuangan merupakan kewajiban yang mau tak mau dilakukan oleh semua orang yang telah bekerja dan menggantungkan hidupnya pada pekerjaan tersebut.

Setiap orang tentunya memiliki cara mengelola uang yang berbeda-beda, tergantung kebutuhan dan pengeluaran.

Namun, seperti kita ketahui, tidak semua di antara kita adalah pekerja full time alias bekerja dengan jam kerja yang tetap, rutin, dan normal sepanjang hari kerja.

Sebagian dari mereka bekerja sebagai pekerja lepas atau freelancer. Cara bekerja, jam kerja, dan pendapatannya pun berbeda dengan yang bekerja full time.

Gaji yang diterima oleh freelancer tentunya tidak teratur seperti karyawan perusahaan normal biasanya. Oleh karena tidak rutinnya dalam memperoleh gaji, namun rutinnya pengeluaran setiap bulannya, seorang freelancer harus memiliki cara yang tentunya lebih ketat dalam mengatur keuangannya.
 
Apakah Anda salah satu dari pekerja freelancer? Berikut tips untuk mengatur keuangan sebagai freelancer.

1. Mempersiapkan Dana Darurat

Bedanya dengan karyawan perusahaan normal, pekerja freelancer harus mempersiapkan alokasi dana untuk bersiap-siap jika terjadi sesuatu di luar perkiraan.

Kenapa? Karena yang telah dijelaskan di atas, bahwa pendapatan yang didapat tidak menentu. Dana darurat ini dibutuhkan untuk pengeluaran seperti perbaikan kendaraan, kecelakaan, dan biaya tak terduga lainnya.

Selain itu, dana darurat ini juga bisa digunakan sebagai dana tanggungan ketika Anda tidak mendapatkan gaji pada waktu yang diprediksi, atau ketika tidak memperoleh proyek untuk dikerjakan.

Guna dana darurat ini adalah agar Anda tidak perlu panik ketika tidak memiliki uang untuk memenuhi kebutuhan dasar. Cara mengumpulkannya bisa dilakukan dengan mencicil secara berkala dari setiap kali Anda memperoleh pendapatan, misalnya 20 persen hingga 30 persen.

2. Menyisihkan Uang Kebutuhan Utama di Awal

Selain dana darurat, freelancer juga harus menyisihkan sebagian besar gajinya untuk membayar keperluan yang tetap, seperti membayar rumah/kosan, transportasi, listrik, air, telepon, dan lainnya.

Nah, untuk keperluan tersebut, disarankan langsung menyisihkan uang ketika Anda baru saja mendapatkan gaji. Anda cukup menyediakan amplop dan masukan uang Anda berdasarkan bujet-bujet rencana pengeluaran.

3. Berhemat Semaksimal Mungkin, Hindari Boros

Menjadi freelancer, Anda harus hidup hemat. Walaupun menggoda, tapi sebisa mungkin hindari gaya hidup yang boros. Banyak dari freelacer yang tidak menyadari hal ini. Jika dibandingkan dengan karyawan perusahaan full time, nominal penghasilan freelancer yang dibayarkan per proyek tentunya berdasarkan segi nominal penghasilannya akan cukup besar.

Oleh karena itu, untuk menyikapinya, gunakanlah uang dengan efektif dan efisien. Membeli jika membutuhkan, bukan hanya karena sekedar menginginkannya sesaat saja.

Ingat status Anda sebagai freelancer, bisa jadi bulan depan atau dua bulan depan Anda tidak lagi memperoleh proyek atau lebih parah lagi, jobless.
[Baca juga: 6 Pertanyaan yang Harus Dijawab Sebelum Menjadi Freelancer]

4. Catatlah Setiap Mendapat Penghasilan

Gaji yang tidak menentu kapan diterima dan berapa banyak jumlah nominalnya, membuat para freelancer kerap kali lupa tentang gaji yang sudah mereka peroleh, dan menyulitkan keuangan mereka.

Memang hal ini terkesan sepele, seperti anak kecil saja, untuk mencatat setiap penghasilan yang diperoleh. Tetapi coba perhatikan, manfaat yang Anda dapatkan dari mencatat setiap penghasilan yang masuk ini.

Anda dapat memperhitungkan berapa besar kebutuhan yang bisa diambil dari gaji tersebut. Karena setiap pekerjaan atau proyek yang dikerjakan memiliki penghasilan yang berbeda, Anda pun harus pandai menyiasati dalam menyesuaikan pendapatan dengan pengeluaran. Sehingga penggunaan uang pun lebih efektif dan efisien. [Baca juga:Atasi Stres Kamu Ditempat Kerja Dengan Cara Ini]

Harus Lebih Cermat

Tidak perlu merasa lebih rendah atau kurang kualitas dibandingkan dengan pekerja kantoran atau karyawan full time. Sebab, di zaman sekarang banyak sekali freelancer sukses yang ternyata penghasilannya lebih besar dibandingkan dengan pekerja biasa. Tetapi satu triknya, Anda harus lebih cermat dan ketat dalam mengatur pengeluaran. Semoga bermanfaat. [Baca juga: 7 Jenis Pekerjaan Freelance Terpopuler]