VIDEO: Sedang Meliput, Jurnalis Wanita Terjebak Amuk Massa

Jurnalis wanita kena amuk massa ketika sedang meliput
Sumber :
  • Youtube
VIVA.co.id
Naik Uber Saat Mabuk Ditagih Ongkos Rp23 Juta
- Seorang jurnalis wanita asal Lebanon malah jadi sasaran amuk demonstran ketika tengah terjadi unjuk rasa besar-besaran di ibu kota Beirut pada akhir pekan kemarin. Jurnalis wanita yang tidak disebut namanya itu berada tepat di pusara aksi demonstrasi yang diberi nama
"You Stink (Kalian Bau)"
Heboh Bule Nyanyikan Lagu Gombloh dengan Merdu

Merasa Gatal, Ternyata Ada 26 Kecoa di Telinga
Laman Dailymail, Senin, 24 Agustus 2015 melansir semula unjuk rasa yang bertujuan untuk menuntut mundurnya Perdana Menteri Tammam Salam berlangsung damai. Namun, situasi berubah, ketika seorang pria yang mereka sebut sebagai penjahat politik berkelahi melawan polisi. Dia juga berupaya menghancurkan pagar kawat berduri yang dibangun untuk memisahkan para pengunjuk rasa dengan gedung pemerintah. 

Massa menuntut Salam mundur, karena menilai pemerintahannya penuh dengan korupsi dan disfungsional sistem politik. Pemerintahan Salam dinilai tidak berfungsi baik di kabinet, parlemen atau Presiden selama lebih dari satu tahun. 

Maka unjuk rasa kemudian menjadi ricuh. Pengunjuk rasa mulai melempar batu ke arah polisi anti huru hara. Sementara, otoritas berwenang, mulai menembakkan gas air mata dan meriam air. Mereka juga memukuli para demonstran dengan menggunakan tongkat kayu. 

Jurnalis yang diketahui bekerja sebagai koresponden untuk LBC TV tengah tampil live melaporkan di tengah kerusuhan. Tanpa rasa takut dia malah kian bergeser ke tengah di saat meriam air ditembakan. 

Polisi anti huru hara bergerak untuk memukul mundur pengunjuk rasa. Tetapi, jurnalis wanita ini malah ikut kena pukul petugas dan terjebak di tengah amuk massa. Semua adegan itu direkam oleh juru kamera LBC TV. Tidak diketahui kondisi jurnalis wanita itu. 

Namun, unjuk rasa itu melukai sekitar 240 orang dan 30 petugas keamanan.

Berikut video detik-detik jurnalis itu terjebak di tengah amuk massa:

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya