Terbebani Pelemahan Rupiah, Penjualan Properti Mewah Anjlok

Fasilitas di Apartemen Puri Mansion
Sumber :
VIVA.co.id
- Terus melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat, ternyata berdampak pada sektor penjualan properti Tanah Air.

Indonesia Property Watch (IPW) mencatat, semenjak rupiah semakin melemah, dibanding tahun lalu, penjualan properti untuk beberapa kelas mengalami penurunan yang signifikan.

"Untuk yang kelas menengah ke atas penjualannya anjlok," ujar Direktur Eksekutif IPW, Ali Tranghanda, di kawasan Ciputra World, Kuningan, Jakarta, Rabu 26 Agustus 2015.

Ali mengatakan, hal ini terjadi karena semenjak rupiah melemah dan pertumbuhan ekonomi melambat, para pengembang lebih banyak fokus kepada properti mewah yang diperuntukkan bagi masyarakat kelas menengah ke atas.

"Sedangkan pasar untuk kelas ini masih sangat terbatas, dan pengembang itu berlomba-lomba untuk masuk ke menengah atas, padahal di menengah atas itu sebetulnya kecil," katanya

Sementara itu, dia menjelaskan, para pengembang dinilai lupa bahwa market yang paling besar untuk properti di Indonesia justru kelas menengah ke bawah.

Hal ini dibuktikan, dengan mampu tumbuhnya penjualan properti ini untuk kelas menengah ke bawah, meskipun kondisi ekonomi Indonesia tengah carut marut.

Sikap Pasar Modal dan Rupiah Soal Aksi Damai 4 November
"Tetap penjualan properti untuk kelas menengah ke bawah naik 10 persen-12 persen," ungkapnya.

Dolar Masih Lemah, Rupiah Melaju di Jalur Hijau
Dia menambahkan, karena itu, sudah saatnya para pengembang ini untuk mulai fokus dalam membangun hunian bagi kelas menengah ke bawah. Dengan demikian, diharapkan sektor properti bisa kembali bergairah.

Rupiah Masih Tertatih-tatih untuk Kembali Menguat
"Nah, properti untuk kelas menengah ke bawah, di situlah pengembang lupa. Tetapi, sekarang sudah mulai," ujarnya. (asp)
Uang rupiah.

Rupiah Melemah, Tertekan Gejolak Ekonomi Global

Aksi damai 4 November tidak terlalu pengaruhi pergerakan rupiah.

img_title
VIVA.co.id
4 November 2016