Air India PHK Seratusan Pramugari karena Kegendutan

Pesawat maskapai Air India
Sumber :
  • Reuters/Punit Paranjpe/Files
VIVA.co.id
AirAsia Tawarkan Tiket Rp299 Ribu ke Malaysia
- Maskapai Penerbangan Air India akan merumahkan secara peramanen 125 awak kabinnya pada tahun ini. Bukan karena masalah keuangan atau efisiensi perusahaan, hal itu dilakukan karena para awak kabin yang mayoritas pramugari itu kelebihan berat badan. 

Jokowi: Kereta Akan Kurangi Macet di Bandara
Dilansir dari BBC, Kamis 17 September 2015, seorang pejabat Air India yang tidak ingin disebutkan namannya mengatakan, aturan mengenai berat badan tersebut telah dikeluarkan otoritas penerbangan sipil nasional pada tahun lalu. 

Air France Luncurkan Maskapai Berbiaya Murah
Guna menaati aturan tersebut, maskapai milik pemerintah India ini, tahun lalu telah memperingati 600 awak kabin untuk melakukan diet dan memperbaiki postur tubuhnya. Tapi sebanyak 125 awak kabin tidak berhasil memenuhi ketentuan yang ditetapkan. 

Aturan ini menurut dia, bukan hanya permasalahan berat badan, tapi juga berkaitan dengan kebugaran para awak kabin. Dijelaskan bahwa ada kekhawatiran ketidak efisienan kerja awak kabin, khususnya dalam kondisi darurat, karena kelebihan berat badan. 

Peraturan aviasi ini menjabarkan bawa ketentuan mengenai berat badan ditegaskan dalam Body Mass Index (BMI). Awak kabin yang normal untuk laki laki ada di kisaran 18-25 poin, sementara itu untuk perempuan ada di kisaran 18-22 poin. 

Ahli Penerbangan di India, Kapil Kaul mengatakan pada BBC, seorang kru yang kelebihan berat badan tidak cocok bagi Anda yang membutuhkan keramahan, ketangkasan, dan kecerasan awak kabin. Selain itu awak kabin yang berat badannya berlebihan tidak dapat mendukung citra maskapai. 

Namun, Pemimpin Serikat Pekerja Nasional, Tapan Sen membantah bahwa aturan tersebut ideal diterapkan untuk awak kabin. 

Merumahkan satafnya yang mengalami berat badan bukan pertama kali di lakukan Air India. Pada 2009 sembilan pramugari dipecat karena hal tersebut. 

Pada 2004, maskapai penerbangan ini juga membuat kontroversi dengan mengatakan bahwa pramugari dan pramugara tidak boleh memiliki bekas luka, jerawat atau tanda lahir yang besar di wajah. 
Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya