Target Cukai Hasil Tembakau Dinilai Tak Realistis

petani tembakau
Sumber :
  • ANTARA FOTO/Saiful Bahri
VIVA.co.id
- Ketua Komisi XI Fadel Muhammad menilai, dengan target cukai hasil tembakau yang ditetapkan pemerintah sebesar Rp142,7 triliun itu tidak realistis.

Target tersebut, menurut Fadel, masih memberatkan industri rokok Tanah Air. Diketahui, usulan pemerintah tersebut sudah masuk ke Panitia Badan Anggaran DPR pekan lalu.

"Kami fokus untuk menyelamatkan industri, agar tidak terjadi PHK besar-besaran," ujar Fadel dalam keterangan persnya kepada VIVA.co.id, Selasa 6 Oktober 2015.

Ia menjelaskan, salah satu poin yang menjadi pertimbangan adalah perlambatan ekonomi yang sedang terjadi saat ini. Karena itu, Fadel berharap, jangan sampai industri-industri rokok yang ada di Indonesia ditambah beban baru dengan kenaikan cukai tersebut.

"Untuk itu, nantinya kami terus mengupayakan dan akan fokus membahas masalah ini," katanya.

Sebelumnya, Ketua Umum Gabungan Pengusaha Rokok Putih Indonesia, Muhaimin Mufti mengaku keberatan dengan kenaikan cukai yang tinggi. Menurutnya, penyesuaian itu harus dilihat dari target riil di tahun ini.

"Di tahun ini, sampai Agustus, target yang tercapai baru Rp70 triliun sampai Rp75 triliun. Bila dihitung sampai akhir tahun, paling tidak pencapaian menjadi Rp115 triliun," katanya. 

Pimpinan DPR Nilai Sudah Cukup Bukti Jadikan Ahok Tersangka
Menurut Mufti,  atas dasar keberatan ini, pihaknya telah menyampaikan pendapat kepada pemerintah dan Kementerian Keuangan RI dalam berbagai kesempatan.

Cita Citata Cabut Laporan terhadap Anggota DPR
"Karena angka penerimaan cukai hasil tembakau 2016, yang realistis adalah sebesar Rp129 triliun," ujarnya. (asp)
Anggota Komisi VII DPR RI Aryo Djojohadikusumo

Komisi VII Dukung Upaya Pemerintah Perkuat Pertamina

Demi mencapai kedaulatan energi.

img_title
VIVA.co.id
4 November 2016