Euro Rendah, Louis Vuitton Catat Pendapatan Rp386 Triliun

Ilustrasi tas tangan
Sumber :
  • REUTERS/Gonzalo Fuentes
VIVA.co.id
img_title Saham di Wall Street Ditutup Sedikit Menguat
- Louis Vuitton, raksasa produsen barang-barang mewah asal Prancis, pada Januari-September 2015, membukukan pendapatan US$28,7 miliar, setara Rp386,48 triliun, atau naik 18 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA


img_title Lima Orang Terkaya di Afrika Selatan
Dilansir BBC News, Selasa 13 Oktober 2015, pendapatan Louis Vuitton pada kuartal III-2015 menguat tujuh persen, lebih tinggi dibandingkan perkiraan sebelumnya yang naik 5,5 persen.

img_title Konsumen di Asia Kian Bergairah, Ungkap Survei Nielsen
Naiknya perolehan pendapatan Louis Vuitton, karena melemahnya kurs euro terhadap dolar Amerika Serikat bekalangan ini, yang memicu orang untuk membeli barang-barang mewah Louis Vuitton.

Tak hanya tas tangan mewah, Louis Vuitton juga menjual perhiasan mewah dengan brand Champagne, minuman keras mewah kelas dunia Hennessy, serta label fashion Fendi dan Marc Jacobs. Louis Vuitton juga menjual parfum, kosmetik, dan jam tangan mewah.

Perusahaan tersebut, mencatatkan pertumbuhan penjualan di Eropa dan Amerika Serikat. Sedangkan di Asia, penjualan terbesar dicatatkan di Jepang.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA


Louis Vuitton memaparkan di antara unit bisnisnya, penjualan fashion mengalami pertumbuhan yang lebih rendah dari yang ditargetkan. Sayangnya, Louis Vuitton menolak untuk memaparkan perolehan laba bersih. (asp)
 Rig minyak

Harga Minyak Dunia Turun, Pasar Khawatir Stok Melimpah

Tren ini terjadi jelang pertemuan rutin OPEC di Aljazair bulan depan.

img_title
VIVA.co.id
10 Agustus 2016
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut