November, Peluncuran Kereta Cepat Jakarta-Bandung

Penandatangan Joint Venture Agreement Kereta Cepat Jakarta-Bandung
Penandatangan Joint Venture Agreement Kereta Cepat Jakarta-Bandung
Sumber :
  • VIVA.co.id/Fikri Halim

VIVA.co.id - Konsorsium perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN), PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia, dan konsorsium China Railway International, telah menandatangani Joint Venture Agreement proyek kereta cepat Jakarta-Bandung. Rencananya, proyek ini akan diluncurkan awal bulan depan.

"Kami tidak menyebutnya groundbreaking, tapi launching. Rencananya tanggal 9 November di kebun teh Walini, Bandung," kata Staf Khusus Menteri BUMN, Sahala Lumban Gaol, di sela-sela acara Joint Venture Agreement Signing di Hotel Pullman, Jakarta, Jumat, 16 Oktober 2015.

Sahala mengatakan nilai proyek kereta cepat makan biaya yang cukup besar, yaitu US$5,5 miliar. Biaya ini tidak termasuk dengan biaya pengembangan transit oriented development atau manajemen lalu lintas (TOD) di sepanjang koridor Jakarta-Bandung.

"Proyek ini ditargetkan selesai akhir tahun 2018 dan mulai beroperasi pada kuartal pertama tahun 2019," kata dia.

Sahala merinci pendanaan proyek kereta cepat berasal dari 75 persen pinjaman China Development Bank (CDB) dan 25 persen dari modal konsorsium. Sementara itu, modal konsorsium ini berasal 60 persen dana konsorsium BUMN dan 40 persen dana konsorsium China Railways Corporation.

Sahala juga, menegaskan bahwa kerja sama kereta cepat ini tanpa didanai oleh anggaran negara (APBN), dan kerja sama dilakukan secara business to business.

Proyek kereta cepat jakarta ini merujuk kepada Peraturan Presiden No 107 Tahun 2015 tentang percepatan penyelenggaraan Prasarana dan Sarana Kereta Cepat. Presiden pun telah menugaskan setidaknya sebanyak 12 pejabat pemerintah untuk membantu pengerjaan proyek kereta Jakarta-Bandung Tersebut.

"Kalau sudah bisa dikomersialisasikan, kita enggak akan tunda. Pembangunan Indonesia enggak perlu menunggu," ujarnya.

Seperti diketahui,  konsorsium BUMN atau perusahaan patungan yang dinamakan PT Pilar Sinergi BUMN  terdiri dari empat BUMN yaitu PT Wijaya Karya, Tbk, PT Kereta Api Indonesia, PT Jasamarga Tbk dan PT Perkebunan Nusantata VIII.

Hadir dalam penandatanganan tersebut, Direktur Utama PT Wijaya Karya Tbk, Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia, Edi Sukmoro, Direktur Utama PT Jasa Marga, Adityawarman, Direktur Utama PT Perkebunan Nusantara VIII.