Arca Ganesha Abad 14 Ditemukan di Lahan Warga Malang
Jumat, 6 November 2015 - 17:37 WIB
Sumber :
- VIVA.co.id/D.A. Pitaloka
VIVA.co.id - Arca ganesha dan kepala naga ditemukan di lahan galian batu bata di Dusun Sekarputih, Desa Mendalan Wangi, Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang, Jawa Timur.
Arca itu ditemukan bersama fragmen arca lain, seperti patahan lingga dan banyak batu bata berukuran besar yang diduga sebagai dinding candi zaman Majapahit di abad 14. Warga setempat enggan memindahkan arca ganesha ke tempat lain karena khawatir terkena tuah buruk.
Arca ganesha ditemukan dalam kondisi baik dengan posisi duduk, lengkap dengan empat tangan, masing-masing dua tangan di belakang dan di depan. Tingginya 43 centimeter, lebar 25 centimeter, dan tebal 19 centimeter. Arca yang terbuat dari batuan padas itu hanya rusak pada bagian belalai dan tangan bagian kiri depan.
“Kami menduga bagian tangan kiri depan itu membawa mangkok sebagai tempat belalai Ganesha. Secara umum kondisinya bagus,” kata arkeolog pada Universitas Negeri Malang, Dwi Cahyono, pada Jumat 6 November 2015.
Tempat suci
Selain ganesha, ada pula fragmen arca kepala naga yang terbuat dari tanah liat bakar atau terakota yang diduga sebagai bagian dari pintu masuk candi. Kepala naga diduga sebagai pengganti makara atau mahluk penjaga pintu masuk candi, di masa Majapahit.
“Saya menduga ini adalah kompleks candi desa di zaman Majapahit. Sebab kitab Pararaton sempat menyebut tempat suci dengan banyak burung sebagai Rabut Katu atau Bukit Suci. Desa ini berada di bukit Katu, dan kata Mendalaan berarti lingkaran suci. Bisa jadi lokasi ini adalah tempat suci yang ada dalam kitab Pararaton,” kata Cahyono.
Bagian yang telah tergali diduga adalah bagian belakang candi. Dari fragmen berbagai batu yang ada, diduga masih ada bangunan candi induk dengan dewa utama Siwa, dan candi perwira serta patirtan. Ganesha adalah anak Siwa. Fragmen Lingga adalah perlambang Siwa.
“Bisa jadi ada banyak arca lain yang belum ditemukan karena ini adalah candi Hindu sekte Siwa, misalnya Yoni, pecahan lingga, Durga, Agastya atau Siwa Mahaguru, Arca Mahakala dan Nandiswara," katanya.
Halaman Selanjutnya