George Kamarullah Raih Penghargaan Lifetime Achievement

George kamarullah
Sumber :
  • Nuvola Gloria/ VIVA

VIVA.co.id - Ada penghargaan khusus yang diberikan bagi sineas yang berjasa dalam perfilman Indonesia saat Malam Puncak FFI 2015 yang digelar di ICE BSD City, Tangerang, semalam. Yakni, Lifetime Achievement yang diberikan kepada sineas senior, George Kamarullah.

img_title Polda Metro Pastikan Bukan EO Acara Sumpah Pemuda yang Tuai Polemik, Usut Adanya 'Mahasiswa Bayaran'

Dia adalah seorang editor sekaligus sinematografer yang berkarir lebih dari 27 tahun pada era 70-an. Tentunya, segala jerih payah, suka dan duka dalam dunia film sudah dia rasakan. "Butuh 27 tahun untuk saya kembali berada di panggung ini. Tak ada jalan pintas untuk mendapatkan penghargaan ini," kata George.

Tentu penghargaan ini bukanlah pertama kali dia dapatkan. "Ini Piala Citra ke tujuh. Seiring berjalannya waktu, memang banyak perubahan dunia film. Kalau dulu ya peralatannya sangat berbeda," ujar penasihat tvOne itu usai FFI digelar.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Mantan aktor dan kameramen ini telah berkiprah sejak tahun 1973 dalam film Cinta Pertama. Pria kelahiran Ambon itu adalah orang pertama yang menggunakan teknik pencahayaan bounching dan kertas kalkir.

img_title Pemda dan Pesantren Diminta Kolaborasi Percepat Penanggulangan TBC, Wamendagri Wiyagus: Perlu Formula Terencana

Piala Citra pertamanya diraih dengan kategori Penyuntingan Gambar Terbaik dalam film Usia 18 tahun 1980. Dia kembali mendapat Piala Citra dalam film Di Balik Kelambu tahun 1983 dan Ponirah Terpidana tahun 1984.

Dia juga mendapatkan penghargaan kategori Sinematografer Terbaik dari film Doea Tanda Mata tahun 1985, Ibunda tahun 1986 dan Tjoet Nja' Dhien tahun 1988.

(mus)

img_title Pesan Menyentuh Ketua Parlemen Iran pada Pemilih Amerika yang Menolak Perang Iran
Anggota Komisi X DPR RI, Bonnie Triyana

Bonnie Triyana Dorong Gen-Z Miliki Kesadaran Teritorial, Singgung Masa Kolonial

Bonnie menegaskan, meski penjajahan fisik telah lama usai pasca-Perang Dunia II, sisa-sisa pola kekuasaan penjajahan (coloniality of power) masih bertahan kuat.

img_title
VIVA.co.id
4 November 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut