Stimulus Moneter Eropa Picu Penguatan Bursa Asia

Tokyo Stock Exchange
Sumber :
  • REUTERS/Kim Kyung-Hoon
VIVA.co.id
- Pasar saham Asia mengawali sesi perdagangan, Kamis, 26 November 2015, dengan pergerakan lebih tinggi, menyusul prospek stimulus moneter yang segar di Eropa. 

Seperti diberitakan CNBC, menguatnya harga minyak juga menjadi sentimen positif bagi pasar saham Asia.

Kepada
Reuters
, pejabat tinggi Bank Sentral Eropa mengatakan, mereka sedang mempertimbangkan pelonggaran kebijakan moneter lebih lanjut. 
Mereka kemungkinan akan mengambil langkah-langkah konvensional, seperti memperkenalkan suku bunga deposito berjenjang.

"Menurut laporan itu, deposan besar akan dikenakan biaya lebih besar dibandingkan deposan kecil. Rencana tersebut kemungkinan tidak mendapat dukungan dari Jerman dan Perancis, di mana banknya banyak menggunakan fasilitas dari ECB. Tetapi, hal itu akan dianggap investor sebagai stimulus," kata Kathy Lien, Direktur Strategi BK Asset Management.

Indeks Nikkei di bursa Tokyo pagi ini melonjak 0,7 persen. Indeks acuan pasar saham Jepang dibuka dengan menguat 20 poin, rebound setelah penutupan sebelumnya melamah 0,4 persen.

Saham Honda Motor, Nissan, Nintendo, dan Sony masing-masing bergerak melonjak lebih dari 1 persen. Sementara itu, indeks S&P ASX 200 di bursa Sydney menguat 0,7 persen. Indeks patokan pasar saham Australia ini berhasil menutup kerugian dari perdagangan sebelumnya.
Mengekor Wallstreet, Bursa Asia Dibuka Melemah

Saham BHP Billiton melemah 2 persen, sedangkan saham Fortescue Metals menambahkan 0,5 persen. Adapun indeks Kospi di bursa Seoul bergerak menguat 0,8 persen. Indeks utama pasar saham Korea Selatan ini dibuka lebih tinggi menyusul kuatnya data konsumen pada November. Saham Hyundai Motor dan Kia Motors masing-masing melonjak lebih dari 1 persen. Sedangkan saham Ssangyong Motor menguat 0,5 persen.
Saham di Bursa-bursa Asia Rabu ini Dibuka Melemah

(mus)
Menanti Data Inflasi China, Bursa Asia Dibuka Naik
Bursa Efek Australia atau Australian Securities Exchange (ASX)

Bursa Asia Pasifik Tertekan Dinamika Pilpres AS

Investor mencermati siapa presiden AS yang baru.

img_title
VIVA.co.id
4 November 2016