Ilmuwan: Obat Diabetes Bikin Manusia Hidup Hingga 120 Tahun

Obat-obatan
Obat-obatan
Sumber :

VIVA.co.id - Beberapa ilmuwan percaya jika obat diabetes, metformin, bisa menjadi jawaban dari rahasia panjang umur. Mereka pun memutuskan untuk mulai melakukan uji coba terhadap obat tersebut tahun depan.

Metformin dianggap ilmuwan sebagai obat anti-penuaan. Mereka percaya jika obat itu bisa membuat manusia terlambat mengalami penuaan. Bahkan, hidup manusia bisa berlangsung sampai usia 120 tahun.

Kedengarannya memang mirip cerita sains fiksi. Namun, peneliti mengklaim telah membuktikan hal itu. Mereka telah lebih dulu mengadakan uji coba metformin untuk memperpanjang hidup hewan.

Bahkan, Food and Drug Administration (FDA) di Amerika telah memberikan izin bagi para ilmuwan untuk mengadakan uji coba terhadap manusia. Mereka berharap bisa melihat efek yang sama pada manusia.

"Jika sukses, ini artinya, seseorang dengan usia 70 tahun akan memiliki kondisi biologis yang sehat seperti usia 50 tahun. Dokter tidak perlu lagi khawatir dengan kondisi pasien untuk melawan kanker, diabetes atau dementia. Cukup rawat mereka dengan mekanisme anti-penuaan," ujar Prof. Gordon Lithgow dari Buck Institute for Research on Ageing di California, seperti dikutip dari Telegraph, Rabu, 2 Desember 2015.

Menurut dia, ini merupakan penemuan revolusioner yang belum pernah terjadi. Dia menjelaskan, jika perawatan ditargetkan untuk memperlambat penuaan, penyakit yang diderita saat usia tua pun akan muncul terlambat.

Penuaan memang hal yang tidak bisa dihindarkan dalam hidup, karena semua manusia memiliki sel DNA yang bisa menjaga tubuh berfungsi dengan benar. Namun, jika masalah sel semakin meningkat, tubuh tidak lagi bisa memperbaiki kerusakan.

Oleh karena itu, peneliti berpikir, kandidat terbaik untuk melawan penuaan adalah metformin.

Metformin memang merupakan obat diabetes yang bisa didapat dengan harga murah. Obat ini dianggap mampu meningkatkan sejumlah molekul oksigen yang dikeluarkan ke dalam sel, dan memperkuat ketahanan sel serta berakibat pada umur yang panjang.

Peneliti Belgia pernah menguji coba metformin pada cacing. Hasilnya, tidak hanya terlihat tampak muda, cacing itu juga lebih sehat, dan tidak memiliki kerutan. Dalam uji coba terhadap tikus, metformin terbukti meningkatkan daya tahan hidup sampai 40 persen dan tulang tikus terkesan lebih kuat.

Tahun lalu, Cardiff University pernah membuat uji coba terhadap pasien diabetes yang diberikan metformin. Terbukti pasien-pasien itu hidup lebih lama ketimbang pasien diabetes lain yang tanpa metformin. Namun, pasien itu bisa saja mati delapan tahun lebih dulu ketimbang usia rata-rata manusia.

Uji coba klinis terhadap manusia untuk penelitian anti-penuaan dengan metformin ini akan dilakukan di Amerika tahun depan. Ilmuwan mulai mengumpulkan pendanaan dan 3.000 relawan berusia 70 sampai 80 tahun.

Para responden itu adalah mereka yang memiliki atau berpotensi terkena kanker, jantung, dan dementia. Peneliti berharap metformin bisa memperlambat proses penuaan, bahkan menghentikan penyakit.

"Jika berhasil, ini akan menjadi penemuan medis paling penting di era modern, kemampuan untuk memperlambat penuaan manusia," ujar Lithgow. (art)