Pertamina-PLN Bertengkar Soal Tarif Listrik Panas Bumi

Gedung Pertamina Lapangan Banteng.
Sumber :
  • VIVAnews/Anhar Rizki Affandi

img_title Hati-hati Ada Pertamax Diduga Palsu di Medan
Menurut Presiden, penurunan emisi dilakukan dengan mengambil beberapa langkah di berbagai bidang, di mana untuk bidang energi dilakukan dengan pengalihan subsidi bahan bakar minyak (BBM) ke sektor produktif dan peningkatan penggunaan sumber energi terbarukan hingga 23 persen dari konsumsi energi nasional pada tahun 2025.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA


img_title Diam-diam Pertamax Turbo Sudah Dijual di Beberapa SPBU
"Namun, harga yang wajar tetaplah diperlukan terutama untuk memastikan keberlanjutan investasi panas bumi. Apalagi, gap antara kapasitas terpasang dan target bauran energi dari panas bumi masih sangat lebar. Apabila harga yang ditetapkan wajar, kami yakin tidak hanya Pertamina yang bisa bergerak cepat seperti saat ini, namun investor lainnya pun siap berinvestasi panas bumi,” kata Wianda.

img_title Pertamina Rilis Pertamax Turbo, BBM Mobil Balap RON 98
Harga uap terlalu mahal

Sementara itu, PLN pun angkat bicara tentang pernyataan Pertamina. BUMN listrik ini menilai harga uap yang ditawarkan kepada PLN terlalu mahal.

"Kemahalan," kata Manajer Senior Public Relation PLN, Agung Murdifi, ketika dihubungi VIVA.co.id, di Jakarta.

Sayangnya, Agung enggan menjelaskan berapa angka yang ditawarkan oleh Pertamina. "Tanya Pertamina. Pokoknya kemahalan," kata dia.

Sekadar informasi, dalam keterangan tertulisnya, Agung mengatakan, BUMN setrum ini masih mengkaji tarif yang ditawarkan Pertamina untuk PLTP Kamojang 1, 2, dan 3. 

Sebelumnya PLN dan Pertamina telah melakukan kerja sama pemanfaatan panas bumi di Kamojang 1,2,3 lebih dari tiga puluh tahun. 

Namun, menginjak tahun 2015 Pertamina selaku penyedia uap, memberikan penawaran harga uap yang tinggi untuk jangka waktu lima tahun saja.

"Kalau harga uap yang ditawarkan wajar, kami mungkin akan beli, karena selama ini kami sudah kerjasama selama 32 tahun dengan Pertamina, namun yang membuat kami bingung, mengapa tiba-tiba Pertamina menawarkan harga mahal hanya untuk jangka waktu lima tahun saja," kata dia.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA


Agung mengatakan, setelah melakukan verifikasi internal dan melihat harga uap di lapangan panas bumi yang dimiliki oleh PLN yakni di PLTP Mataloko, PLTP Ulumbu Flores, serta di Tulehu Ambon, Maluku, PLN memperkirakan harga uap di PLTP Kamojang tidak akan melebihi estimasi harga uap yang telah ada yakni sebesar Rp535 per kwh atau sebesar US$4 sen.
Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut