Kisah Petani Karet yang Berhasil Punya Mal dan Bus

Empat bersaudara Hutagalung
Sumber :
  • VIVA.co.id/Dodi Handoko
VIVA.co.id
img_title Lazada Beri Jalur Globalkan Produk UKM Lokal
- Berakit-rakit ke hulu, berenang ke tepian. Bersakit-sakit terlebih dulu, bersenang-senang kemudian. Pepatah itu agaknya pantas melekat pada keluarga Pirton Hutagalung. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA


img_title Miliarder Sara Blakely Berbagi Nasihat Bisnis Terbaiknya
Sedikit berkaca ke belakang, kisah keluarga Pirton dimulai dari Tapanuli, Sumatera Utara.
 
img_title Tak Selesai Kuliah, Ahmed Haider Ciptakan Aplikasi Drone
Pirton Roul Hutagalung saat ini menjabat sebagai Komisaris Arion Paramita Holding Company. Dia bercerita, bahwa pada tahun 1940, keluarga Mangaradja, sang ayah adalah petani karet. 

Mangaradja Haolanan Hutagalung merintis usaha karet dari nol, dengan lahan yang tidak begitu besar. 
 
Sadar kalau usaha di ranah kelahiran kurang menjanjikan, ayahnya yang merupakan orang kepercayaan Jenderal Maraden Panggabean dan Jenderal TB. Simatupang, pun hijrah ke Jakarta.
 
Semula berbisnis kelontong, yang terletak di gang kecil kawasan Rawamangun, Jakarta Timur. Pirton senantiasa teringat, toko itu dinamakan Toko Sandang Pangan yang direntas ayahnya tahun 1957. 

Namun, usaha itu bertahan sebentar, karena insting bisnisnya berbicara yang menuntut ayahnya mengubah haluan ke bisnis transportasi.
 
Bak gayung bersambut, kesempatan emas sebagai pijakan bisnis akhirnya datang juga. Tahun 1962, Gubernur DKI yang saat itu dijabat oleh Ali Sadikin memberikan kepercayaan kepada Mangaradja untuk mengelola bus kota dengan merek Ikarus dalam rangka mensukseskan Asian Games IV di Jakarta. 

Mulailah dirintis berdirinya perusahaan yang dinamakan CV Kawan & Co.
 
Ikarus berkembang pesat. Mangaradja lantas dipercaya  untuk mengelola angkutan umum bus kota yang diberi nama PT Arion Paramita.  

Seiring bergulirnya waktu, perusahaan ini terus melesat, akhirnya PT Arion merambah diversifikasi  usaha ke berbagai sektor, mulai dari properti, hotel, travel, dan industri.  

Tercatat aset yang dimiliki, yakni Arion Mal, Hotel Arion Swiss-belhotel Jakarta dan Bandung, Hotel Citra Cikopo  dan Grand Maharaja Ballroom.
 
Jumlah perusahaan di bawah payung Arion Paramita Group sebanyak 18, dengan menaungi sekitar 1.000 karyawan.   

Selain itu, mempunyai 150 armada bus Arion yang disewakan, antara lain digunakan untuk antar jemput pramugari Singapore Airline dan Japan Airline.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

 
Pirton dan keempat saudaranya bahu membahu untuk  membesarkan Arion. Menurutnya, mengurus perusahaan keluarga dibutuhkan kebersamaan, saling percaya, dan saling menghormati. 
Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut