Cecar Jaksa Agung, Gerindra Bela KMP

Gedung DPR.
Sumber :

VIVA.co.id – Pengamat politik UIN Pangi Syarwi Chaniago menilai ada unsur politis dalam rapat kerja Jaksa Agung dengan Komisi III, Selasa 19 Januari 2016.

img_title AHY Bicara Kekuasaan Ada Batasnya, Begini Respons Jubir Gerindra

Salah satunya dari fraksi Gerindra yang mempertanyakan pencekalan mantan Direktur PT Mobile 8, Hary Jaya oleh Kejaksaan. Gerindra menilai Hary Jaya tidak pernah menjabat Direktur diperusahaan tersebut.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Tak puas dengan jawaban Jaksa Agung Prasetyo, Gerindra pun menyatakan walkout (WO).

img_title Gerindra Semprot Bakom Gegara Approval Rating Prabowo Anjlok: Padahal Kinerjanya Bagus!

"Pasti hubungannya, Gerindra membantu Perindo, polarisasinya begitu. Kan Mobile 8 itu milik Hary Tanoe yang selama ini orang penting di KMP," kata Pangi saat dihubungi, Rabu 20 Januari 2016.

Sementara, Jaksa Agung Prasetyo mempunyai bukti dan keyakinan mengenai posisi Hary diperusahaan tersebut.

img_title Dedi Mulyadi Bantah Bakal Gabung PSI: Bukan Tidak Benar, tapi Hoaks

"Gerindra harus bisa mendengar jelas, ini kan menunjukkan bargaining Gerindra membela Hary, karena Hary Tanoe gerbong KMP. Mungkin Gerindra tunjukkan soliditas," ujarnya.

Sebelumnya, kasus PT Mobile 8 ini dinilai telah merugikan negara sebesar Rp10 miliar terkait proyek fiktif. Dari proyek fiktif tersebut, PT Mobile 8 mendapat restitusi pajak sebesar Rp10 miliar.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sementara itu, Jaksa Agung Prasetyo saat dihubungi mengatakan, bahwa dirinya mempunyai bukti kalau Hari Jaya Direktur Utama.

"Hari Jaya kami itu ada bukti kalau dia Direktur Utama. Hanya saja Gerindra tak sabar, tak menunggu. Kalau ada informasi dia bukan Dirut, itu jauh dari fakta," katanya.

Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) di Kantor DPP Partai Demokrat, Jakarta Pusat

Isu AHY Maju Pilpres 2029, Jubir Gerindra: Tiap Partai Punya Kebebasan, Kita Tak Bisa Larang

Juru bicara Partai Gerindra, Bahtra Banong menegaskan partainya memberikan kebebasan kepada parpol manapun untuk menentukan arah politik jelang Pilpres 2029.

img_title
VIVA.co.id
8 September 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut