Sentimen Global dan Domestik Dukung Penguatan Obligasi

Ilustrasi surat utang
Sumber :
  • Istimewa
VIVA.co.id
Cari Pemain Saham Baru, BEI Gandeng Indosat dan Trimegah
- Harga obligasi diperkirakan akan melanjutkan tren penguatan akibat dorongan sejumlah sentimen positif dari dalam negeri maupun global di awal perdagangan Februari.

IHSG Berusaha Bertahan di Atas 5.400, Pilih Empat Saham Ini
"Di pekan ini, mulai adanya sentimen positif dari dalam maupun luar negeri memberikan harapan masih adanya peluang kenaikan lanjutan harga obligasi," kata analis PT NH Korindo Securities Indonesia, Reza Priyambada, di Jakarta, Senin, 1 Februari 2016.

Sindiran Menkeu Sri ke Wajib Pajak di BEI
Terlebih lagi, jika pergerakan rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dapat lebih stabil dan dapat bertahan positif seiring dengan kenaikan harga minyak mentah dunia yang membuat dolar melemah.

Namun demikian, Reza tetap mengingatkan, para pelaku pasar mesti tetap mewaspadai sentimen dari rilis data-data ekonomi di pekan ini yang dikhawatirkan akan memberikan sentimen negatif.

"Untuk itu, tetap waspadai setiap sentimen yang dapat memengaruhi berbaliknya laju perdagangan obligasi. Kemungkinan harga obligasi bergerak pada rentang 20-70 basis poin," tutur Reza.

Dia mengatakan, besok tanggal 2 Februari 2016 pemerintah akan melelang Surat Utang Negara (SUN) dengan jumlah indikatif sebesar Rp12 triliun dengan target maksimal Rp18 triliun.

Adapun seri-seri yang akan dilelang adalah sebagai berikut:

1. Seri SPN03160503 dengan pembayaran imbalan secara diskonto dan jatuh tempo 3 Mei 2016.

2. Seri SPN12170203 dengan pembayaran imbalan sebesar diskonto dan jatuh tempo 3 Februari 2017.

3. Seri FR0053 dengan pembayaran imbalan sebesar 8,25 persen dan jatuh tempo pada 15 Juli 2021.

4. Seri FR0056 dengan pembayaran imbalan sebesar 8,375 persen dan jatuh tempo pada 15 September 2026.

5. Seri FR0073 dengan pembayaran imbalan sebesar 8,75 persen dan jatuh tempo pada 15 Mei 2031.
(one)
Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya