KPU Larang Tiga TV Tayangkan Quick Count


VIVAnews - Komisi Pemilihan Umum bersikap tegas melarang penayangan exit poll di media selama masa pemungutan suara berlangsung. KPU mendapati tiga stasiun televisi, Metro TV, TVOne, dan RCTI menayangkan exit poll dan quick count tersebut.

"Kami minta stasiun televisi menghentikan dan KPI menegur," kata Anggota KPU I Gusti Putu Artha di Kantor KPU, Jakarta, Rabu, 8 Juli 2009.

Menurut Putu, sudah ada kesepakatan antara KPU dengan lembaga survei, selama pemungutan suara masih berjalan tidak ada penayangan hasil survey persepsi publik. "Quick Count, Exit poll atau apapun namanya tidak boleh ditayangkan dulu. Bisa mengganggu konsentrasi pemilih," katanya. 

Dia mengingatkan masyarakat sedang berkonsentrasi memberikan suara. "Itu berbahaya," ujar pria asal Bali itu.

Dia mengaku baru saja mengetahui penayangan itu. Dia memantau lewat televisi dan mendapati itu. "Saya langsung menelepon pimpinan redaksi Metro TV, TVOne, dan RCTI agar menghentikan," ujarnya.

Dia mengerti bahwa pelarangan penayangan pooling pada hari pemungutan sudah dibatalkan Mahkamah Konstitusi. Tapi, menurut dia, paling cepat menayangkan setelah semua pemungutan suara selesai atau pukul 13.00 WIB.

KPU juga meminta Komisi Penyiaran Indonesia menegur semua stasiun televisi yang menayangkan. Itu domain KPI memberikan tindakan setelah pengaturan di Undang-undang pilpres dibatalkan MK.

Artinya, tidak ada sanksi pidana terhadap penayangan itu?

"Kalau dari segi sanksi tidak ada karena MK menghapus, tapi secara etika saya minta dihentikan karena mempengaruhi psikologis pemilih. Saya minta stasiun tv menahan diri," ujar dia.

- Jadi yang paling dulu tahu hasil Pilpres 2009! Ikuti Quick Count tercepat dan terakurat. Update tiap jam! Ketik REGHASIL kirim ke 9386. Tarif Rp 1.000 per SMS, untuk semua operator.
 
- Untuk mengenang kepergian Michael Jackson, aktifkan RBT Michael Jackson sekarang juga DI SINI

 

heri.susanto@vivanews.com