Direktur Toyota Manufacturing I Made Dana Tangkas

Potensi Pasar Otomotif Indonesia Dua Kali Thailand

Direktur PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) I Made Dana Tangkas
Sumber :
  • VIVA co.id/Dwi Royanto

img_title Mobil Listrik Murah Jadi Dilema Baru Indonesia

Sebagai produsen kendaraan, bagaimana Anda melihat Thailand, apakah Indonesia bisa bersaing atau bahkan bisa mengalahkan Thailand dalam beberapa tahun ke depan? Mengingat saat ini pelaksanaan Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) sudah berlangsung.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Thailand memang dulu mengambil kebijakan (otomotif) saat momentum dari krisis. Dengan kehadiran Perdana Menteri Thaksin Shinawatra waktu itu, mereka mempelajari dan melihat beberapa negara Asean seperti Malaysia yang sudah punya mobil nasional dan Indonesia yang tidak ada arahan industri mobil yang jelas. Sehingga pada 2001-2003 Thailand mulai mengembangkan dan menjadi pusat industri otomotif di Asean. Detroit (kota penghasil kendaraan di Amerika Serikat) pasar Asean saat itu Thailand. Dia sudah mulai mengundang para pelaku otomotif dari berbagai negara dengan dibukanya karpet merah bagi motor otomotif. Sehingga dengan dibukanya karpet merah itu mereka punya kapasitas produksi di dua tahun lalu itu sampai 2,5 juta unit. Malah pernah ekspor ke luar negeri 1,2 juta.

img_title Pasar Mobil RI Belum Tembus 1 Juta Unit, Ini Masalah Besarnya

Sementara di dalam negeri, kita lihat belakangan dengan kisruh politik yang ada, pasar dalam negeri menurun. Di sisi lain, Thailand pada 2010-2012 menjadi pusat Detroitnya Asean yang sudah punya pondasi yang kuat dari segi kebijakan, implementasi, termasuk infrastrukturnya. Beberapa pelaku otomotif dunia membuat pabriknya di Thiland termasuk mengajak pemasoknya berinvestasi di Thailand. Sehingga jumlah pemasok mereka sudah mencapiai 2.400 an, berbeda dengan Indonesia yang pemasoknya masih 600-700an.

Melihat realitas itu, masih optimistiskah Indonesia bisa bersaing dengan Thailand untuk beberapa tahun ke depan?

img_title Perang Harga Mobil Bisa Jadi Bumerang bagi Industri Otomotif RI

Dunia masih berkembang terus dan pergerakan otomotif masih berjalan terus. Kalau kita lihat di Thailand kepemilikan kendaraan dari 1000 penduduk 165 kendaraan, kalau di Indonesia dari 1000 penduduk masih 70 kendaraan. Jadi potensi kita kalau dibandingkan dengan Thailand itu kira-kira dua kali lipat lebih. Sementara penduduk kita 250 juta dan bentangan wilayah kita itu beribu-ribu kilometer luasnya, potensinya masih belum tergarap. Jadi dengan potensi itu seyogyanya kita masih bisalah menghadapi Thailand untuk beberapa tahun ke depan.

Di Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) saat ini sudah berjalan sejak 2004-2010. Tentunya Thailand sudah menempatkan posisinya jauh lebih tinggi di banding Indonesia. Dari kapasitas produksi dan pondasi industri otomotifnya juga lebih tinggi. Namun demikian kita lihat Indonesia punya potensi masyarakat, pasar, jumlah penduduk serta Sumber Daya Manusia (SDM) yang sangat potensial. SDM masyarakat kita sebenarnya mudah dikembangkan dan dilatih. Potensi itu sebenarnya sangat baik di kemudian hari. Asalkan kita bisa membuat program bersama pemerintah dengan pelaku industri dan dukungan seluruh stakeholder di seluruh Indonesia untuk bersama-sama menggerakkan itu. Saya yakin suatu saat pasti bisa.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut