Menko Darmin: Jangan Buru-buru Simpulkan APBN Direvisi

Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution.
Sumber :
  • Arie Dwi Budiawati / VIVA.co.id
 
img_title Menkeu Sri Mulyani Bakal Pangkas APBN
Bambang pun mengakui bahwa ada potensi penurunan penerimaan negara melalui sektor minyak dan gas (migas) akibat merosotnya harga minyak mentah dunia mencapai Rp90 triliun. Kendati demikian, pihaknya masih akan menunggu waktu yang tepat untuk mengajukan perubahan APBN.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

 
img_title Rupiah Loyo Lagi, Berikut ini Penyebabnya
"Tentunya kalau melihat perkembangan APBN 2016, bisa kami sampaikan saat ini bahwa pemerintah akan mengajukan APBN-P,” tuturnya.
 
img_title Apple Dongkrak Nasdaq ke Level Tertinggi Sejak Juli 2015
Waktu yang tepat tersebut, kata Bambang, yakni pada saat rencana kebijakan pengampunan pajak (tax amnesty) sudah berhasil dirampungkan antara pemerintah dan parlemen. Sebab, implementasi dari kebijakan ini akan menjadi acuan utama, sebelum pemerintah mengajukan perubahan APBN.
 
“Kami akan sinkronkan dengan timing pengampunan pajak. Dari situ kami akan lihat dua sampai tiga bulan pertama untuk lihat sebagian besar penerimaan pajak yang masuk dari amnesty. Itu menjadi dasar kami untuk menyusun APBN-P,” tegas Bambang.
 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Bambang berharap, pembahasan kebijakan tax amnesty bisa dirampungkan dalam waktu dekat. “Rancangan Undang-Undang (RUU) pengampunan pajak ini harus disetujui dulu oleh pemerintah dan DPR. Kami sudah sampaikan, RUU tax amnesty ini berpotensi ke penerimaan yang lebih besar,” tuturnya.
 
Banjir di Gorontalo

Anggaran Banjir Minim, Belum Semua Sungai Dibenahi

Kementerian PUPR akan buat skala prioritas.

img_title
VIVA.co.id
4 November 2016
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut