PLN Optimis Penjualan Listrik ke Industri Besar Melonjak

Ilustrasi petugas PLN
Sumber :
  • VIVAnews/Muhamad Solihin

VIVA.co.id - PT PLN mengakui, pertumbuhan penjualan listrik untuk golongan industri besar di Tanah Air meningkat signifikan, yakni 6,21 persen pada Januari 2016 kemarin.

34 Proyek Pembangkit Listrik Mangkrak, Negara Merugi
Kepala Divisi Niaga PLN, Benny Marbun, mengatakan pihaknya berhasil menjual listrik di golongan industri besar mencapai 1,18 miliar kWh. Padahal, pada Januari tahun lalu penjualan dan pertumbuhannya minus 0,28 persen.
 
Dapat Arahan Menteri BUMN, PLN Bakal Caplok PGE
"Salah satu faktor yang memengaruhi meningkatnya penjualan di sektor ini, adalah karena tarif listrik golongan ini turun 4,1 persen dibandingkan di Januari 2015," ujar Benny di kantor pusat PLN, Jakarta, Kamis 18 Februari 2016.
 
Krisis Listrik, Pemerintah Sumut Gandeng Tiongkok
Menurut Benny, jenis industri skala besar yang di antaranya meliputi industri tekstil, ban, semen, baja, elektronik, serat sintetis, dan kimia mengalami pertumbuhan penjualan, karena mulai pulihnya pemakaian listrik dari industri skala besar (golongan i4).
 
"Pertumbuhan penjualan ini diikuti juga oleh sektor industri sedang (golongan i3) yang juga mengalami penurunan tarif sebesar 6,5 persen pada Januari 2016," kata Benny.
 
Dia menjelaskan, faktor lain yang mempengaruhi meningkatnya penjualan di golongan ini, adalah adanya paket kebijakan ekonomi jilid III yang dikeluarkan pemerintah pada Oktober 2015 lalu.
 
"Dalam kebijakan itu terdapat program promo LWBP (luar waktu beban puncak) pukul 23.00-08.00 WIB, di mana kebijakan ini disambut positif oleh pasar," katanya.
 
Dengan begitu, dia memaparkan, pertumbuhan penjualan pada Januari 2016 didominasi oleh sektor bisnis yang naik sebesar 10,47 persen. Golongan tarif bisnis berkontribusi 17,7 persen dari total penjualan.
 
"Semakin tinggi penjualan listrik di golongan industri maupun bisnis, menunjukkan semakin banyak pula industri dan bisnis yang beroperasi, maka diharapkan tenaga kerja juga akan semakin cepat terserap," ujarnya. (asp)
Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya