Mitos atau Fakta: Benarkah Berutang Banyak Membuat Miskin?

Ilustrasi wanita pusing .
Sumber :
  • Halomoney

VIVA.co.id - Utang merupakan kewajiban seseorang untuk membayar sejumlah uang yang dipinjam. Tidak sedikit yang berpandangan bahwa utang merupakan hal yang menakutkan, karena mereka khawatir tidak dapat hidup dengan layak jika memiliki utang.

img_title Gen Z dan Lingkaran Pinjaman Online
Memang benar, banyak orang yang jatuh ke dalam jurang utang dengan nilai fantastis. Banyak yang menjadi stres dan menyerah lalu melakukan kejahatan mencuri uang, demi menutupi utang tersebut. Ironisnya, sebagian kecil lain menyerah dengan cara mengakhiri hidup karena tidak kuat membayar utang tersebut.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

 
img_title Lima Aktivitas yang Bikin Gampang Boros
Apakah utang memang sangat menakutkan seperti itu, sehingga harus dihindari jauh-jauh?
 
img_title Kiat Penting Sebelum Ajukan Kredit Elektronik
Kenyataannya, banyak sekali perusahaan besar yang tetap sukses, namun masih memiliki pos utang dalam jumlah besar di laporan keuangannya. Memang, perusahaan disebut sehat dan likuid jika jumlah aset yang dimiliki perusahaan jauh lebih tinggi dari utangnya.
 
Namun, bukan berarti keberadaan pos utang membuat berbagai perusahaan besar tersebut dicap gagal, atau akan bangkrut.
 
Managing director dari situs pembanding produk keuangan, Halomoney.co.id, Jay Broekman mengatakan, kita dapat belajar dari kinerja keuangan perusahaan-perusahaan besar tersebut untuk diterapkan dalam skala manajemen keuangan pribadi.
 
"Saya kira utang tidaklah selalu menjadi batu sandungan seseorang untuk memperoleh hidup sejahtera. Jika dimanfaatkan dengan bijak, utang sebenarnya dapat menjadi salah satu jalan untuk mencapai kesuksesan," kata Jay melalui keterangan tertulisnya, Jumat 19 Februari 2016. 
 
Untuk itu, kita perlu membedakan dua jenis utang dilihat dari tujuan penggunaannya, yaitu yang produktif dan konsumtif. Utang produktif merupakan utang yang tujuan peminjamannya adalah untuk mendapatkan manfaat finansial.
 
Sebagai contoh, ketika Anda meminjam dari saudara, atau bank untuk tujuan memulai suatu usaha, maka utang yang Anda pinjam tersebut dikategorikan sebagai utang produktif. 
 
Laba usaha yang dihasilkan dari kegiatan bisnis yang dibangun atas utang tersebut juga dapat digunakan untuk melunasi pinjaman secara berkala. Meskipun uutang sudah lunas, bisnis Anda masih tetap berjalan dan menghasilkan keuntungan untuk memenuhi kebutuhan hdup Anda sehari-hari. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

 
Utang konsumtif, merupakan kebalikan dari utang produktif, yaitu utang yang tujuan peminjamannya tidak memberikan manfaat finansial secara langsung untuk dapat melunasi hutang tersebut.
Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut