Ekonomi 2016 Membaik, Pengusaha Diminta Tak Lakukan PHK

Pembicara pada seminar makro ekonomi
Sumber :
  • Dokumentasi Yayasan Dharma Bhakti Astra

VIVA.co.id - Ekonom senior, Chatib Basri, menyampaikan gambaran peluang dan tantangan ekonomi tahun 2016, khususnya bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Indonesia. 

Sofjan Wanandi: Demo Tak Pengaruh Iklim Investasi
“Kondisi ekonomi Indonesia tahun 2016 diprediksi lebih baik dibandingkan tahun 2015. Walaupun dampak ekonomi tahun 2015 masih dirasakan pada tahun ini, tetapi semua akan menjadi baik apabila para pelaku ekonomi tetap bersabar, tidak melakukan PHK (pemutusan hubungan kerja) besar-besaran dan menyusun strategi-strategi khusus dalam mempertahankan bisnisnya,” kata Chatib, dikutip dalam keterangannya, Jumat, 26 Februari 2016.
 
Singapura Pangkas Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi 2016
Hal tersebut diungkapkannya saat menjadi pembicara dalam seminar makro ekonomi dengan tema Peluang dan tantangan ekonomi tahun 2016 yang diselenggarakan oleh Yayasan Dharma Bhakti Astra (YDBA) di auditorium PT Astra International Tbk, untuk 250 UMKM mitranya.
 
Pengamat: Proyek Infrastruktur Jangan Disetop
Ketua Pengurus YDBA, F.X. Sri Martono, mengatakan YDBA berharap, UMKM sebagai pelaku bisnis dapat mengambil keputusan yang tepat dalam mengembangkan bisnis pada era pasar bebas ini.
 
“Secara global ekonomi masih menunjukkan sinyal yang belum terlalu menggembirakan. Salah satunya, karena kondisi perekonomian di kawasan Eropa yang belum membaik, sehingga memicu penurunan pangsa pasar bagi produk-produk yang dihasilkan oleh berbagai negara, seperti Indonesia," tutur Martono.
 
Menurutnya, kondisi tersebut menjadi tantangan bagi para UMKM agar dapat menjalankan bisnis dengan baik. 
 
“UMKM perlu memiliki keberanian dalam menerapkan rencana dan membuat keputusan yang didukung dengan penguasaan kompetensi dan data serta informasi yang akurat,” katanya.
 
Dia berharap, pelaku UMKM Indonesia memiliki optimisme yang tinggi dalam menghadapi kondisi perekonomian tahun 2016, di mana seluruh negara ASEAN turut meramaikan pasar masyarakat ekonomi ASEAN (MEA) yang telah berlaku sejak 1 Januari 2016.
 
“Mari kita berpartisipasi dalam MEA dengan semangat dan optimisme yang kuat. Tidak perlu khawatir atau cemas dengan keberadaan negara lain. Namun, kita harus saling merangkul, menjadi mitra untuk mencapai tujuan bersama,” ucapnya.
Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya