Investasi Melonjak, BKPM Monitor Aktivitas Investor China

Kepala BKPM, Franky Sibarani (kiri)
Sumber :
  • ANTARA FOTO/Widodo S. Jusuf

VIVA.co.id - Realisasi investasi Tiongkok, tumbuh melampaui rata-rata realisasi selama lima tahun terakhir. Selama periode 2010-2014, rata-rata investasi yang dicatatkan Tiongkok mencapai US$495 juta, setara Rp6,63 triliun.

Bank Mandiri Jadi Penyalur Investasi Asing ke Daerah
Angka ini pun meningkat 26 persen menjadi US$628 juta, atau setara Rp8,4 triliun pada 2015.
 
BKPM Gandeng Bank Mandiri untuk Tampung Dana Investor
Kepala Badan Koordinator Penanaman Modal (BKPM), Franky Sibarani, Senin 29 Februari 2016, mengatakan pihaknya memonitor aktivitas investor Tiongkok secara intensif. Sebab, terjadi peningkatan realisasi investasi yang cukup tinggi.
 
Menanti Data Inflasi China, Bursa Asia Dibuka Naik
"Periode 2010-2014, nilai investasi yang masuk dari Tiongkok mencapai US$1,5 miliar. Kalau rata-rata, angkanya sebesar US$495 juta (per tahun)," kata Franky, dalam acara ‘Investor forum Republik Rakyat Tiongkok dan Hong Kong’ di kantor BKPM, Jakarta.
 
Dia menjelaskan, investor Tiongkok aktif memperoleh informasi peluang-peluang investasi di Indonesia.
 
Menurut Franky, investor Tiongkok dikenal agresif dalam memperoleh informasi mengenai peluang-peluang investasi di Indonesia. Dari laporan yang disampaikan oleh Marketing Officer BKPM, tercatat Tiongkok termasuk negara prioritas dengan interaksi investor yang cukup tinggi.
 
"Dari sisi komitmen investasi, komitmen investasi selama 2010-2014 mencapai US$11 miliar, sedangkan untuk tahun 2015 saja mencapai US$22 miliar," kata dia.
 
Sekadar informasi, dalam kegiatan ini, hadir Duta Besar Republik Rakyat Tiongkok untuk Indonesia dan Ketua Kamar Dagang dan Industri Tiongkok untuk Indonesia, Zhang Min.
 
Franky mengatakan, pihaknya juga mensosialisasikan kemudahan-kemudahan layanan investasi yang ditawarkan Indonesia, seperti layanan investasi tiga jam dan percepatan fasilitas jalur hijau. 
 
Pemerintah, kata dia, berupaya akan menggenjot masuknya investasi dari negara-negara prioritas investasi, seperti Tiongkok.
 
"Diharapkan ini akan berkontribusi positif pada pencapaian target (investasi) tahun ini sebesar Rp594,8 triliun," kata dia.
 
Sementara itu, terkait komitmen investasi, Tiongkok termasuk negara teratas yang mencatatkan nilai rencana investasi di Indonesia. 
 
BKPM mencatat sepanjang 2015, pengajuan izin prinsip dari Tiongkok yang masuk ke BKPM mencapai angka Rp277 triliun. 
 
Jumlah tersebut, merupakan yang terbesar di atas Singapura sebesar Rp203 triliun dan Jepang sebesar Rp100 triliun. 
 
Tiongkok merupakan salah satu negara prioritas BKPM pada 2015 bersama Singapura, Jepang, Korea Selatan, Amerika Serikat, Australia, Taiwan, Timur Tengah, Malaysia, dan Inggris. (asp)
Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya