Jaga Pasokan Pangan, Pemerintah Anggarkan Rp1 Triliun

Pedagang pasar tradisional.
Sumber :
  • dedenhendrayana.com

VIVA.co.id - Pemerintah tetap dengan komitmennya untuk tidak ada impor bagi kebutuhan pokok, seperti cabai dan bawang merah. Desakan impor mulai berbisik, seiring harga yang terus melambung naik.

Direktur Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian, Spudnik Sujono, membeberkan fakta di lapangan yang telah dia dan tim temukan. Bahwa, pasokan bawang merah dan cabai sangat memadai. Dengan demikian, impor tidak akan dilakukan.
 
“Saya tegaskan, tidak ada impor, saya tahu persis barang (cabai dan bawang merah) itu ada,” tegas Spudnik, saat konferensi pers di Gedung Dirtjend Hortikultura, Jakarta Selatan, Selasa 1 Maret 2016.
 
Faktanya, Spudnik menyatakan, bahwa pasokan ditahan oleh inventor atau pedagang. Mereka pun meminta adanya impor, demi meraup keuntungan.
 
Sementara itu, dikarenakan pasokan yang ditahan, harga bawang merah dan cabai di pasar enceran terus naik.
BI Pastikan Harga Pangan Stabil, Februari Deflasi 0,13%
 
Anggarkan Rp1,14 triliun
10 Kesepakatan BI dan Pemerintah Demi Kendalikan Inflasi
 
Pemerintah pun memutar otak, agar harga dan pasokan tetap stabil dan tidak ada impor untuk bawang merah dan cabai.
Penyebab Harga Pangan Melambung Versi Menteri Perdagangan
 
Spundik mengatakan, pemerintah telah menguncurkan dana Rp1,14 triliun untuk bekerja sama dengan para petani daerah, agar pasokan untuk kebutuhan masyarakat tercukupi.
 
“Dari 1,147 triliun, 70 persennya untuk bawang merah dan cabai, bantuan akan kami berikan pada kelompok tani yang mau ikut rekomendasi kami,” jelas Spundik.
 
Dia menjelaskan, dana akan dikuncurkan bagi kelompok tani di wilayah Jawa Barat, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Minahasa, dan Bima.
 
Spundik menambahkan, pemerintah hadir untuk mengendalikan situasi harga bahan pokok, terutama bawang merah dan cabai. (asp)
Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya