Awal 2016, Taiwan Toreh Minat Investasi Rp39 Triliun

Kepala BKPM, Franky Sibarani
Sumber :
  • VIVA.co.id/Arie Dwi Budiawati
VIVA.co.id
Bank Mandiri Jadi Penyalur Investasi Asing ke Daerah
- Taiwan kembali mencatatkan minat investasi senilai US$3 miliar, atau setara Rp39,8 triliun pada awal 2016. Minat investasi ini berasal dari industri petrokimia, baja, dan perkapalan.

BKPM Gandeng Bank Mandiri untuk Tampung Dana Investor
"Tahun lalu, investasi Taiwan mencapai angka US$108 juta dan meningkat 9,3 persen daripada tahun sebelumnya," kata Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Franky Sibarani, dikutip dalam keterangannya, Rabu, 2 Maret 2016.

Aliran Dana Asing ke RI Tembus Rp130 Triliun
Franky mengatakan, bahwa angka komitmen investasi yang dicatatkan Taiwan, cukup signifikan. 

Hal ini dilihat dari angka minat tersebut setara dengan minat investasi yang tercatat selama enam tahun terakhir.

Dari data yang dimiliki oleh BKPM realisasi investasi dari Taiwan pada tahun 2015 mencapai US$107,95 juta terdiri dari 275 proyek.

Dia pun mengapresiasi investor Taiwan yang turut mendukung industrialisasi di Indonesia, menciptakan lapangan pekerjaan, mentransfer teknologi, dan menyokong ekspor nasional.

"Sejumlah sektor masih menyimpan potensi untuk dikembangkan dan sektor-sektor tersebut telah menjadi minat utama Taiwan di dunia," kata dia.

Mantan Sekretaris Jenderal Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia (GAPMMI) ini mengundang lebih banyak investor Taiwan untuk membangun industri semi konduktor, kimia, komunikasi, dan mesin. Pihaknya pun siap untuk memfasilitasi mereka.

"Kami juga mendorong investor Taiwan untuk segera merealisasikan komitmen investasi sesuai rencana," kata dia.

Deputi Bidang Promosi Penanaman Modal, Himawan Hariyoga, mengatakan BKPM terus memberikan kemudahan layanan perizinan investasi, di antaranya layanan izin investasi tiga jam. 

Menurutnya, ada satu investor Taiwan yang berinvestasi US$9 juta, yang memanfaatkan layanan ini. Investor tersebut menanamkan modalnya di sektor garmen dan menyerap tenaga kerja hingga 1.200 orang.

"Ini sangat positif bagi upaya pemerintah untuk menciptakan lapangan kerja," kata Himawan.
Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya