Pemuda Adat Papua Datang dengan Semangat NKRI

Perwakilan masyarakat Papua yang tergabung dalam Pemuda Adat Papua di DPR
Sumber :

VIVA.co.id – Perwakilan masyarakat Papua yang tergabung dalam Pemuda Adat Papua mengadakan audiensi dengan Anggota DPR RI dari wilayah Papua.

Pratu Herianto, Korban Kebiadaban Teroris OPM Diterbangkan ke Timika

Anggota Komisi IV DPR RI Robert Kardinal mengatakan bahwa kedatangan mereka dalam rangka membawa semangat NKRI. Ia juga menuturkan kalau besok mereka akan melaksanakan demo di istana.

"Tadi kita kedatangan tamu-tamu, berjumlah 100 orang, mereka akan melaksanakan demonstrasi besok di depan istana untuk menyampaikan aspirasi tentang Undang-undang Otonomi Khusus, mengembalikan otonomi khusus dan mencabut Freeport," ujarnya di Senayan, Rabu 2 Maret 2016.

Gerombolan KST Berulah Kembali, Bakar Honai Milik Masyarakat di Papua

Ia menambahkan, rekan-rekan dari Papua ingin ada revisi UU Otonomi Khusus yang baru.

"Tentu ada perubahan-perubahan karena Undang-undang khusus sudah 15 tahun yang lalu. Begitu juga dengan Freeport, perubahan tentang Freeport, mereka menuntut Freeport ditutup, repot harus membayar tanah ulayat," ucap Politisi Golkar ini.

Upacara Militer Iringi Pemulangan 3 Jenazah Prajurit TNI dari Papua

Ia juga menuturkan, soal Freeport intinya sama seperti yang dibicarakan dalam kaukus.

"Ini mereka mau smelter harus dibangun di tanah Papua, kita sebagai wakil wilayah apa yang disampaikan rakyat kalau hal yang untuk kepentingan rakyat Papua kita akan perjuangkan," kata Anggota Komisi IV ini.

Lebih lanjut ia menjelaskan, kalau masalah Freeport ia merasa sudah satu suara dengan rekan-rekan yang lain.

"Sudah sama, selama ini kalau Freeport dioperasikan kembali masyarakat Papua dipekerjakan harusnya 70 persen, dan saya rasa di seluruh Indonesia orang Papua ini nasionalismenya paling tinggi, kalau misalnya Freeport ada di Pulau Sumatera, kalau orang Sumatera cuma kerja di bawah 20 persen mungkin sudah dibakar," jelasnya.

"Freeport itu yang kerja 70 persen mereka, sampai 50 tahun hanya 20 persen pribumi, berarti selama 50 tahun mereka cukup toleransi dan cukup memelihara nasionalisme bersama. Sekarang sudah waktunya dibalik 70 persen orang Papua 30 persen orang luar. Kita butuh supaya orang asli Papua yang menjadi presiden Freeport. Lebih berpihak kepada Freeport daripada orang lain," katanya.

Sementara itu, Ketua Pemuda Adat Papua Deky Ovide membenarkan apa yang di sampaikan Robert Kardinal. Namun ia ingin menegaskan kalau perjuangan yang dilakukannya bersama kawan-kawan yang lain, murni dari semangat bersama, dan tidak ada diboncengi kepentingan siapapun.

"Kita membawa semangat bersama, untuk keutuhan NKRI, tuntutan kita sudah jelas, otonomi khusus dan Feeport. Jadi kita akan perjuangkan besok dengan aksi di depan istana," ujarnya. (rin)

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya