Lebih Baik Ajukan Kredit Rumah dari Usia 20-an Tahun

Contoh Rumah Kemenpera
Sumber :
  • VIVAnews/Ikhwan Yanuar

VIVA.co.id - Ada dua alasan utama mengapa orang menunda pembelian rumah secara KPR: uang dan waktu. Jika masalahnya uang muka, kredit tanpa agunan bisa jadi jalan keluar.

img_title Gen Z dan Lingkaran Pinjaman Online

Tapi, bagi orang yang sudah memiliki cukup uang, menunda Kredit Pemilikan Rumah (KPR) justru bisa menimbulkan kerugian finansial di masa depan. Malah, hanya karena menunda KPR dua atau tiga tahun, bisa-bisa impian memiliki rumah bisa buyar selamanya. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Tentu Anda tidak mau kan menjadi penghuni kontrakan seumur hidup. Karenanya, sebelum memutuskan menunda KPR, Anda yang masih berusia 20-an harus baca dulu tujuh alasan kenapa kamu harus kredit rumah dari sekarang.
img_title Pentingnya Investasi Properti Sejak Muda, Ini Alasannya
 
1. Harga makin tinggi
img_title Hindari Hal Ini Ketika Beli Rumah Pertama Kali
 
Salah satu alasan investasi properti sangat diminati adalah harga properti tidak pernah mengalami penurunan. Malah, harga properti bisa dikerek naik 30 hingga 40 persen dalam hitungan tahun. 
 
Dengan menunda KPR, harga rumah bisa tidak lagi terjangkau oleh penghasilan karena cicilan semakin tinggi. Uang muka (DP) tidak terjangkau jika harga rumah semakin tinggi, sudah pasti dana yang harus disiapkan untuk DP bertambah tinggi. 
 
Memang, tahun ini pemerintah telah menurunkan syarat ketentuan DP dari semula 30 persen dari harga pokok menjadi cuma 20 persen dari harga pokok. Tapi, mengingat kenaikan harga rumah yang cepat, kebijakan DP murah tidak akan banyak berpengaruh.
 
 
2. Pengajuan KPR bisa ditolak
 
Jika Anda seorang karyawan, ketahuilah bahwa batas pelunasan KPR adalah usia 55 tahun. Sedangkan bagi wiraswasta, batasnya mencapai 65 tahun. Oleh karena itu, semakin tua usia saat mengajukan KPR, semakin kecil pula kemungkinan bank mengabulkannya. 
 
Alasannya, bank tidak ingin mengambil risiko lantaran saat memasuki usia pensiun, orang tidak lagi memiliki penghasilan tetap.
 
3. Suku bunga makin tinggi
 
Suku bunga KPR di Indonesia memang mengalami tren penurunan dari tahun ke tahun. Tapi, jangan lupa bila Indonesia pernah memasuki bunga KPR tinggi yang mencapai dua digit. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

 
Apalagi melihat kondisi perekonomian yang belum stabil. Bisa jadi, kondisi tersebut akan berulang.
Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut