Bank Mandiri Isyaratkan Turunkan Suku Bunga Kredit Konsumsi

Proses penghitungan uang rupiah.
Sumber :
  • VIVA.co.id/Ikhwan Yanuar

VIVA.co.id - PT Bank Mandiri Tbk, mengisyaratkan untuk menurunkan suka bunga konsumsi sekitar 0,25 persen. Hal itu dilakukan, menyusul kebijakan Bank Indonesia (BI) yang menurunkan suku bunga acuan (BI Rate) menjadi 7,25 persen.

Pentingnya Investasi Properti Sejak Muda, Ini Alasannya
"Sedang kita kaji, bunga kredit itu kan mekanisme pasar, bank menetapkan tentu ada hitung-hitungannya. Trennya juga sepertinya menurun," kata Direktur Consumer Banking Bank Mandiri, Hery Gunardi di Plaza Mandiri, Jakarta, Jumat 18 Maret 2016.
 
Hindari Hal Ini Ketika Beli Rumah Pertama Kali
Menurutnya, item suku bunga yang akan segera diturunkan, yaitu kredit kendaraan dan Kredit Pemilikan Rumah (KPR). "Karena persaingan tinggi, KPR juga akan menuju ke sana, hampir semua produk konsumer," ujarnya.
 
Dana Deklarasi Tax Amnesty Bank Mandiri Sudah Rp70 Miliar
Meskipun begitu, Heri memprediksi turun atau tidaknya suka bunga konsumsi tidak banyak berpengaruh terhadap daya beli masyarakat. Sebab, kredit konsumsi berkaitan dengan kebutuhan.
 
Sebelumnya, BI memutuskan untuk kembali menurunkan tingkat suku bunga acuan (BI Rate) sebesar 25 basis poin (bps) dari 7,5 persen ke level 7,25 persen, di mana fokus jangka pendeknya adalah meningkatkan efektivitas transmisi kebijakan moneter.
 
Penurunan BI Rate dilakukan sebagai cara, agar perbankan nasional tidak menyimpan kelebihan likuiditasnya di bank sentral. Kebijakan tersebut, diyakini sebagai salah satu pendorong, agar perbankan menyalurkan likuiditasnya kepada suku bunga kredit.
 
Suku bunga dasar kredit Bank Mandiri, per tanggal 31 Desember 2015, yaitu kredit korporasi 10,50 persen, kredit ritel 12,25 persen, kredit mikro 19,25 persen, kredit konsumsi KPR 11,00 persen, dan non-KPR 12,50 persen. (asp)
Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya