Ini Kenapa Harga BBM Bisa Berbeda-beda di Indonesia
Selasa, 22 Maret 2016 - 18:55 WIB
Sumber :
- Foto: Rusli Djafar/VIVAnews
Â
"Pertamina juga memiliki 6.865 unit retail outlet dan 64 unit DPPU (Depot Pengisian Pesawat Udara)," ujarnya.
Â
Dalam kesempatan berbeda Direktur Eksekutif Energy Watch Indonesia, Ferdinand Hutahaean mengatakan, pemerintah harus mengevaluasi harga jual BBM untuk periode April-Juni 2016 mengacu pada rata rata MOPS Januari-Maret 2016.
Â
Sebab, pada periode tersebut harga minyak jatuh pada titik terendah kurun waktu belasan tahun terakhir.Â
Â
"Artinya jika mengacu pada harga minyak tersebut, harga jual BBM akan turun pada kisaran yang sangat murah bahkan lebih murah dari seliter air mineral," kata dia.Â
Â
Menurut Ferdinand, harga jual BBM murah tersebut juga belum tentu mampu menggerakkan turunnya harga bahan bahan pokok. Karena pemerintah tidak punya instrumen yang memaksa harga batang turun ketika harga BBM turun.Â
Â
Sementara ketika nanti harga BBM kembali naik, tambah Ferdinand, harga barang naik secara otomatis. Artinya, penurunan harga BBM menjadi sia-sia karena tidak dinikmati oleh rakyat akan tetapi dinikmati pemilik kendaraan yang kelas sosial ekonominya menengah ke atas.
Â
"Selain itu juga bahwa harga BBM murah akan menghambat pengembangan energi batu terbarukan," ungkapnya.
Â
Pertamina Pelajari Rencana PLN Caplok PGE
Pengkajian secara bisnis dilakukan perseroan.
VIVA.co.id
10 Agustus 2016