'Ekonomi Lebih Stabil, Bank Besar Masih Berisiko Sistemik'

Gubernur Federal Reserve, Janet Yellen
Sumber :
  • REUTERS/Gary Cameron

VIVA.co.id - Presiden Federal Reserve Minneapolis, Neel Kashkari, mengingatkan pembuat kebijakan perlu mewaspadai bank-bank besar masih berpotensi menimbulkan risiko sistemik, meskipun kondisi ekonomi global pada tahun ini lebih stabil.

Dilansir CNBC, Rabu 6 April 2016, dia mengatakan, pada awal tahun ini, pihaknya menyarankan pembuat kebijakan memprioritaskan membuat peraturan lebih lanjut di sektor perbankan.
 
"Saya tidak ingin orang-orang Amerika memiliki rasa aman, tetapi palsu. Mereka menyangka pemerintah sudah menangani. sehingga terlalu besar untuk gagal. Saya pikir, risiko tersebut masih tetap ada, dan kita perlu mempertimbangkan solusinya," ujarnya.
 
Kashkari sebelumnya bekerja di Treasury Department dan Goldman Sach. Dia menjadi salah satu pihak yang meragukan Undang-Undang Dodd-Frank.
 
Menurutnya, pembuat kebijakan saat ini terus mempertanyakan apakah antisipasi yang sudah dilakukan bisa meredakan risiko sistem keuangan.
 
Gubernur Federal Reserve, Janet Yellen, mengatakan UU Dodd-Frank diyakini akan membuat sistem keuangan lebih aman. Industri perbankan sebagian besar menolak proposal peraturan yang lebih ketat.
 
Kashkari mengungkapkan, pihaknya setuju dengan persyaratan modal yang lebih besar dan stress testing. Namun, dia tetap mengingatkan bahwa struktur perbankan masih menimbulkan lebih banyak risiko.
 
Sebagian pihak, kemudian mempertanyakan sikap Kashkari yang baru mempertanyakan, setelah Presiden Barack Obama telah mengesahkan UU Dood-Frank enam tahun lalu.
 
Singapura Pangkas Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi 2016
Kashkaripun menanggapi, bahwa dia hanya ingin mengingatkan sebagian besar pihak, agar lebih waspada dan menyiapkan langkah antisipasi, untuk mengurangi risiko keuangan.
 
Harga Minyak Dunia Turun, Pasar Khawatir Stok Melimpah
Sayangnya, Kashkari belum tahu, bagaimana struktur perbankan yang ideal untuk mengurangi risiko sistem keuangan. (asp)
Bursa Efek Australia atau Australian Securities Exchange (ASX)

Bursa Asia Pasifik Tertekan Dinamika Pilpres AS

Investor mencermati siapa presiden AS yang baru.

img_title
VIVA.co.id
4 November 2016