Pelaku Usaha Tak Percaya Koperasi Pariwisata

Ilustrasi pariwisata pantai Kuta, Bali
Sumber :

VIVA.co.id - Kementerian Pariwisata (Kemenpar) berusaha mengarahkan dan mendorong para pelaku usaha pariwisata untuk bisa memanfaatkan koperasi untuk mengembangkan usahanya. Sayangnya, para pelaku usaha pariwisata menolak karena masih tidak percaya pada koperasi.

Soto-Sate Padang Dulu, Sebelum Balapan Tour de Singkarak

Hal itu diutarakan Asisten Deputi Tata Kelola Destinasi dan Pemberdayaan Masyarakat Kemenpar, Oneng Setya Harini, di Galeri usaha kecil menengah (UKM) Gedung Smesco, Jakarta, Rabu 6 April 2016.

"Mungkin kasus-kasus dulu, saya tidak tahu persis bagaimana sejarah riwayatnya. Mungkin bukan konsep koperasinya, tapi pengelolanya (koperasi). Jadi kita bangun bersama untuk citra ini kita hapus," kata Oneng.

Toba Gran Fondo 2016 Kelilingi Kaldera Danau Toba

Menanggapi hal ini, Ketua Koperasi Pariwisata Catra Gemilang Magelang, Suherman mengatakan, dalam pengelolaan koperasi memang diperlukan keterbukaan. Lalu koperasi jangan dikelola sebagai milik pribadi. Persoalannya saat ini koperasi dimanfaatkan hanya untuk simpan pinjam dan modal pribadi pengurusnya.

"Koperasi konotasinya dua, simpan pinjam dan pribadi. Padahal koperasi tidak harus simpan pinjam. Kebanyakan orang berkoperasi perkembangannya simpan pinjam dan itu modal milik pribadi. Ini yang jadi masalah. Karena tujuannya untuk pribadi," kata Suherman ditemui usai diskusi.

Ini Kata Gubernur Sumatera Barat Tentang Tour de Singkarak

Menurutnya, masyarakat saat ini hanya mengetahui koperasi hanya untuk simpan pinjam dan milik para pengurusnya. Karena itu, citra ini harus dihilangkan.

(mus)

Danau Labuan Cermin, Kalimantan Timur.

BKPM Dorong Investasi Pariwisata di Pulau Kalimantan

Pentingnya pemerataan investasi di berbagai wilayah Indonesia.

img_title
VIVA.co.id
8 Agustus 2016