Lima Cara Jitu Bagi Waktu Antara Kerja dan Bisnis

Ilustrasi kerja sambil bisnis.
Sumber :
  • Halomoney.

VIVA.co.id - Apakah saat ini kamu adalah seorang karyawan kantoran yang juga menjalankan bisnis sampingan? Atau sebaliknya, apakah kamu adalah seorang wiraswasta yang mengisi waktu sambil bekerja kantoran?

Apapun kondisi kamu, saat ini sudah mulai banyak orang di Indonesia yang merangkap bekerja full-time, sekaligus menjalankan bisnisnya sendiri. 
 
Kemajuan teknologi menjadi salah satu penyebab tren tersebut. Apapun alasannya, memiliki dua jenis pekerjaan, tentu membutuhkan manajemen waktu yang baik. Kalau kamu ceroboh, bisa-bisa salah satunya menjadi terbengkalai. 
 
Kemungkinan paling buruk, baik pekerjaan utama maupun sampingan sama-sama tidak berjalan mulus.
 
Agar pekerjaan dan bisnis kamu tidak sampai terbengkalai, coba simak lima cara jitu membagi waktu di antara bekerja dan berbisnis sekaligus:
 
1. Persiapkan tingkat kedisiplinan kamu dengan tinggi
 
Salah satu hal yang wajib kamu lakukan adalah membiasakan diri untuk disiplin. Selalu pertahankan kinerja dan kredibilitas kamu, baik terhadap atasan di tempat kerja maupun klien dalam bisnis. 
 
Melatih mental disiplin akan membuat kamu siap untuk menghadapi tantangan di kedua pekerjaan tersebut, sekaligus mempersiapkan diri untuk membagi waktu dengan lebih baik.
 
 
2. Mulai pisahkan dan kelola keuanganmu dengan baik
 
Lima Aktivitas yang Bikin Gampang Boros
Memisahkan pengelolaan keuangan antara pekerjaan kantor dan bisnis juga merupakan kunci untuk sukses bekerja sambil berbisnis. Kamu tentu perlu mengetahui berapa sumber pemasukan bersih kamu dari bisnis, terpisah dari gaji dan penghasilan dari pekerjaan kantor. 
 
Kiat Penting Sebelum Ajukan Kredit Elektronik
Hal ini berguna untuk analisis kinerja bisnis kamu, sekaligus menetapkan strategi menabung yang tepat.
 
Tips Sukses Bisnis Pencucian Mobil dan Motor
 
 
3. Mulai tetapkan prioritas pekerjaan
 
Kamu perlu menetapkan prioritas di antara bisnis dan pekerjaan kantormu, jika memang merasa sulit untuk menyeimbangkan pekerjaan di antara keduanya. Untuk permulaan, kamu bisa mencoba prioritas 70 persen waktu untuk pekerjaan kantor dan 30 persen waktu untuk bisnis kamu. 
 
Nantinya, kamu bisa mengukur berapa persen prioritas waktu yang tepat untuk kamu lakukan setiap harinya.
 
 
4. Kategorikan beberapa tugas yang sejenis untuk dikerjakan sekaligus
 
Cobalah untuk mengelompokkan beberapa tugas kecil dan sejenis untuk dikerjakan dalam rentetan waktu yang sama. Ketika kamu berusaha untuk multi-tasking, maka kemungkinan besar semua pekerjaan kamu tidak akan mendapatkan hasil yang maksimal.
 
5. Buat jadwal harian untuk mengurus pekerjaan dan bisnis
 
Kalau kamu sudah membuat kelompok tugas-tugas yang bisa dikerjakan bersamaan, saatnya untuk mulai membuat jadwal. Tergantung kerpibadian kamu, ada baiknya kamu tidak membuat jadwal yang terlalu padat dan mepet, agar ada waktu untuk sedikit rileks.
 
Sebagai contoh, kamu bangun jam lima pagi. Setelah selesai bersiap-siap, kamu gunakan waktu selama 45 menit dari jam 5.45 - 6.30 untuk persiapan bisnis, kamu seperti mengecek email dan sebagainya. 
 
Setelah berangkat kerja dan masuk kantor, kamu menggunakan waktu dari jam delapan pagi hingga 11.30 siang untuk fokus di pekerjaan kantor, dengan jeda sekitar lima menit setiap jamnya untuk rileks. 30 menit sebelum jam makan siang kamu gunakan untuk mengecek email terkait bisnis, membereskan meja kerja, atau sekedar melakukan tugas kantor yang ringan.
 
Kalau kamu sudah terbiasa untuk membagi jadwal kamu, maka kamu dapat mengatur pembagian waktu dengan baik antara pekerjaan di kantor dan bisnis kamu.
 
Untuk kamu yang belum memiliki bisnis sampingan, tetapi punya keinginan untuk memulainya, cobalah untuk mulai mengumpulkan tabungan. Kamu bisa mulai berhemat dan mengumpulkan tabungan untuk dijadikan sebagai modal usaha.
 
Salah satu cara penghematan yang tidak banyak orang sadari adalah menggunakan kartu kredit. Selama kamu menggunakan kartu kredit untuk transaksi yang sesuai kebutuhan, kamu bisa memperoleh penghematan hingga jutaan rupiah.
 
Gunakan situs perbandingan produk keuangan populer seperti HaloMoney.co.id untuk mempermudah kamu mencari kartu kredit yang tepat. (asp)
Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya