Pesawat Jepang Temukan Bentuk Aneh di Venus

Ilustrasi pesawat Akatsuki menuju ke Venus
Sumber :
  • www.nationalgeographic.com/Akihiro Ikeshita/JAXA

VIVA.co.id – Pesawat antariksa milik Jepang (JAXA), Akatsuki telah mengambil gambar pertama daripada pekan lalu. Gambar yang didapat berupa formasi awan Venus yang ternyata lebih kompleks dibanding perkiraan sebelumnya.

img_title Ada 2 Kali Libur Isra' Mi'raj di 2027, Kok Bisa?

Dikutip dari Daily Mail, Kamis 14 April 2016, beberapa data yang diambil dari empat kamera Akatsuki yaitu adanya awan asam Venus dan bentuk 'busur' aneh di atmosfer planet yang membuat bingung ilmuwan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dalam laporannya yang dikutip jurnal Nature, formasi awan kompleks itu diwakili dengan adanya lapisan padat awan asam sulfur Venus yang berhasil diabadikan Akatsuki. Gambar awan itu diambil dari jarak 100 ribu kilometer.

img_title Terungkap! Gombalan Andre Taulany ke Amanda Rigby, Ujung-ujungnya Bahas Pelaminan

"Kami masih akan mencapai resolusi ruang yang lebih baik. Kami berjanji akan memberikan serangkaian data fantastik bagi komunitas riset selama bertahun-tahun," kata Takehiko Satoh, penyelidik utama kamera inframerah mikrometer Akatsuki, IR2.

Dalam laporannya, ilmuwan meyakini pembentukan awan bergerak cenderung memutari permukaan Venus, bukan atmosfer yang mana pergerakannya lebih cepat. Terkait penyebabnya, Suzanne Smrekar, ilmuwan planet Jet Propulsion Laboratory Badan Antariksa AS (NASA), mengakui hal itu masih misterius.

img_title Nakhoda KM Virgo Transport 8 Selamat, Kini Diperiksa Usai Kapal Terbalik

Bicara soal kondisi pesawat Akatsuki, manajer program misi, Masato Nakamura mengatakan instrumen pesawat saat ini masih bekerja secara sempurna.

Diketahui pesawat Akatsuki pertama kali diluncurkan pada Mei 2010 dengan misi  mempelajari atmosfer Venus. Sayangnya, pada upaya orbit Desember lima tahun lalu itu, pesawat mengalami masalah kegagalan manuver saat orbit. Kegagalan tahap pertama itu disebabkan karena masalah di salah satu mesin pesawat.

Selanjutnya dalam lima tahun berikutnya, JAXA melakukan serangkaian perbaikan dan akhirnya pada 9 Desember, pesawat tersebut telah dikonfirmasi bisa mengorbit Venus.

Peneliti sebelumnya mengaku awalnya khawatir pesawat akan mengalami kerusakan instrumen karena panas matahari, saat masuk ke orbit planet.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Untuk selanjutnya, sistem pesawat akan dimunculkan untuk menguji tiga dari instrumen pesawat. Hal ini untuk memastikan instrumen bekerja dengan baik. Sebelumnya, usai memastikan semua instrumen berjalan dengan baik, pesawat akan melakukan pengamatan awal terhadap Venus dalam tiga bulan.

Pada saat yang sama, Akatsuki akan bermanuver dalam periode sembilan hari dan menjauh pada jarak 310 ribu kilometer.

Foto GMT yang diambil Ketua Lapan Thomas Djamaluddin. Selain korona Matahari, terlihat planet Venus di sisi kanan atas GMT.

Astronom Amatir Lihat Venus dan Merkurius Saat GMT

Venus dan Merkurius terlihat di sisi barat matahari.

img_title
VIVA.co.id
10 Maret 2016
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut