Komisi VIII ke Arab Saudi Tinjau Persiapan Haji

Saleh Partaonan Daulay
Sumber :

VIVA.co.id – Panitia Kerja (Panja) Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) Komisi VIII DPR RI telah melakukan Kunjungan ke Negara Arab Saudi, untuk memastikan sejauh mana persiapan yang dilakukan pemerintah dalam rangka pelaksanaan ibadah haji tahun 2016.

img_title Sabet Opini WTP ke-8, BPKH Tegaskan Pengelolaan Dana Haji Transparan dan Akuntabel

Ketua Komisi VIII Saleh Partaonan Daulay menjelaskan di Arab Saudi, Panja BPIH mengecek perkembangan negosiasi pemondokan, ketering, dan transportasi, yang selanjutnya akan ditindaklanjuti dalam Rapat Kerja dengan Menteri Agama RI.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Ada beberapa hal yang akan disampaikan kepada Kementerian Agama pada saat membicarakan BPIH itu, diantaranya adanya beberapa perubahan kebijakan yang dari lembaga-lembaga penyedia transportasi dan juga catering di Saudi khusus di Armina, Arofah Mina” kata Saleh Partaonan Daulay, di Gedung DPR, Kamis 14 April 2016.

img_title Tes Kesehatan Jemaah Haji 2027 Bakal Diperketat untuk Tekan Angka Kematian di Tanah Suci

Menurut Politisi Partai Amanat Nasional ini, akan didiskusikan secara serius terkait catering dan transportasi yang akan berdampak pada kenaikan harga di Arab Saudi, khususnya pelayanan di Armina.

“Kita (Panja BPIH) akan melihat sejauh mana Kementerian Agama untuk bisa melakukan negosiasi ulang, karena itu kenaikannya hampir 300 persen dari tahun lalu, dan itu sangat berdampak luar biasa pada pembahasan ongkos haji,” ujarnya.

img_title UEA Bantu 150 Jemaah Haji Indonesia, Dana Rp3,3 Miliar Diberikan untuk Pedagang Asongan hingga Penjual Kerupuk

Temuan lainnya, Komisi VIII akan mempertanyakan kepada Kementerian Agama mengenai beberapa pemondokan-pemondokan yang akan di sewa. “Panja akan menanyakan kriteria tentang pemondokan,”katanya,

Termasuk soal katering, Komisi VIII menginginkan katering yang memiliki cita rasa nusantara. Panja menemukan ternyata banyak perusahaan catering yang sewa tahun lalu tidak memiliki juru masak Indonesia yang memiliki cita rasa nusantara.

Pada saat Kementerian Agama melakukan negosiasi seharusnya dapat memastikan berjalan dengan baik, saat ditunjuk untuk mengadakan makanan sudah menjamin bahwa cita rasa makanan yang dimasak adalah cita rasa Indonesia.

“Jamaah haji Indonesia akan berada di sana selama 40 hari, kalau makanannya tidak bercita rasa Indonesia dapat dibayangkan jamaah itu akan bosan sekali,” katanya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Di Arab Saudi juga dibicarakan mengenai penambahan kuota haji 10.000 jamaah yang dijanjikan Raja Arab Saudi kepada pemerintah Indonesia.  

“Ketika bertemu dangn Duta Besar Indonesia untuk Arab Saudi, soal kebenaran hal tersebut, namun sampai saat ini bulam ada kepastian tetapi ada harapan aka ada tambahan 10.000 itu tetapi memang belum dipastikan. Dalam beberapa waktu kita juga akan menanyakan hal ini kepada Kementerian agama. Hal itu terkait dengan membahas ongkos haji atas jumlah berapa orang yang akan dilayani,” katanya.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut