Siti Hediati Hariyadi

Siti Hediati Hariyadi
Sumber :
  • Daru Waskita/VIVAnews

VIVA.co.id – Siti Hediati Hariyadi, SE atau dikenal dengan Titiek Soeharto, merupakan putri dari Bapak Pembangunan, Presiden Republik Indonesia ke-2, Presiden Soeharto.

img_title Pilkada 2020, Demokrat dan Golkar Sepakat Usung 33 Paslon

Berlatar belakang pendidikan formal dari fakultas Ekonomi Universitas Indonesia, kiprah hidupnya lebih banyak dicurahkan mengikuti spirit kejuangan yang menetes dari kedua orang tuanya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Titiek Soeharto, bukan hanya menjadi saksi jerih payah Presiden Soeharto mempertahankan kemerdekaan dan kemudian membangun Indonesia. Interaksi sebagai seorang putri, menjadikan segala dinamika yang dialami Presiden Soeharto merupakan school of live soal hakekat hidup, hakekat kepemimpinan, problem kebangsaan maupun desiran penderitaan rakyat yang harus dibela dan diperjuangkan.

img_title Ketua Jokowi Mania Masuk Partai Golkar?

Selain pernah aktif dalam Persit Candrakirana (organisasi para istri prajurit), kini aktif sebagai Ketua Umum Persatuan Panahan Indonesia (PERPANI),  Ketua Umum Yayasan Seni Rupa Indonesia (YSRI), Pembina Yayasan Supersemar, Pembina Yayasan Purna Bhakti Pertiwi dan. Ia juga aktif sebagai pengurus DPP Golkar sebagai Ketua Bidang Tani dan Nelayan.

PERPANI merupakan sarana perjuangan untuk membangun harga diri bangsa melalui olah raga. Sedangkan Yayasan Supersemar merupakan sarana turut serta mencerdaskan kehidupan bangsa sebagaimana amanat UUD 1945. Melalui pemberian bea siswa, Yayasan Supersemar telah melahirkan jutaan sarjana. Prestasi itu tidak boleh berhenti, harus dilanjutkan, dan bahkan direvitalisasi peranannya untuk menjawab tantangan global melalui ketersediaan SDM bangsa yang handal.

img_title Aburizal Bakrie Dukung Semangat Anak Muda Lalui Pandemi COVID-19

Aktivitasnya sebagai pembina Yayasan Purna Bhakti Pertiwi merupakan upaya menghidupkan spirit etos kejuangan para generasi pendahulu, yang telah bekerja keras mempertahankan kemerdekaan dan membangun Indonesia, agar bisa dipantulkan sebagai energi dalam meraih kejayaan bangsa pada masa kini dan mendatang. Melalui monumen jejak-jejak langkah para pendahulu yang dihimpun kedalam sebuah museum, spirit itu bisa dipelajari para generasi mendatang. Tanpa spirit skala kebangsaan sesuai jati dirinya, sebuah bangsa hanya akan menjadi halaman belakang dari percaturan bangsa-bangsa lain di dunia.

Titiek Soeharto juga mewarisi Presiden Soeharto dalam upaya menghargai penjaga-penjaga kultural nusantara yang diantaranya para pemimpin pondok-pondok pesantren, komunitas-komunitas kreatif, maupun tokoh-tokoh kultural lainnya. Tanpa diiringi publisitas, Titiek Soeharto tidak jarang berada di tengah-tengah komunitas itu untuk memberi support  kepada masyarakat dan para tokoh-tokoh kultural untuk berjuang membangun masyarakatnya.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut