24 Isu Jadi Hambatan Skema Kerja Sama Pemerintah-Swasta

Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala BPN, Sofyan Djalil.
Sumber :
  • REUTERS/Beawiharta

VIVA.co.id – Pemerintah terus berupaya mendorong pembangunan infrastruktur melalui skema kerja sama pemerintah dan swasta (public private partnership), demi mengurangi beban terhadap kas keuangan negara. 

img_title Rosan sebut Hilirisasi Pilar Utama Strategi Ekonomi, Ternyata Karena Ini

Meski begitu, nyatanya masih ada hambatan dalam penerapan skema kerja sama tersebut.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas, Sofyan Djalil mengungkapkan, ada setidaknya 24 isu utama yang selama ini menjadi hambatan dari efektivitas skema PPP. 

img_title Investasi Tembus Rp9.100 Triliun! Rosan Roeslani sebut Hilirisasi Mesin Ekonomi RI, MIND ID Buka Babak Baru

Dari jumlah tersebut, 10 di antaranya akan dijadikan prioritas utama pemerintah untuk memperbaikinya.

“Sekarang, proyek melalui skema PPP jalannya lambat. Ada sebagian yang tandanya kuning dan merah. Kalau sudah hijau, berarti sudah tidak ada masalah,” ujar Sofyan, saat ditemui di Hotel Shangri-La Jakarta, Selasa,19 April 2016.

img_title Masalah Regulasi hingga Bahasa Masih Jadi Kendala Perusahaan Asing Ekspansi ke RI

Sofyan menjelaskan, selama ini, Indonesia terbilang kurang memiliki sumber pembiayaan potensial untuk pembangunan infrastruktur. 

Regulasi yang selama ini berada dalam ruang lingkup hal itu pun, dituding menjadi salah satu penyebab utamanya.

“Kita tidak memiliki zero coupon yang bisa dipergunakan untuk infrastruktur. Dana asuransi dan dana pensiun itu belum bisa digunakan, karena adanya kebijakan yang tidak tepat,” katanya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Karena itu, skema kerja sama pemerintah dan swasta dianggap menjadi prioritas mutlak yang harus dilakukan, demi mendorong keberlangsungan pembangunan infrastruktur. Apalagi, banyak negara lain yang sudah sukses menerapkan skema tersebut.

“Turki, mereka membangun melalui skema PPP itu dari bawah tanah di Selat Bosphorus, sampai membangun universitas. Kami akan lihat, apa yang selama ini menjadi kendala yang menghambat, dan akan kami perbaiki,” tegasnya. (asp)

Presiden dan Wapres RI, Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka

Investasi Era Prabowo-Gibran Tembus Rp3.923 Triliun, Serap 5,4 Juta Tenaga Kerja

Realisasi investasi dua tahun Prabowo-Gibran mencapai Rp3.923,2 triliun dan menyerap 5,48 juta tenaga kerja, setara 30,1 persen dari target 2025-2029.

img_title
VIVA.co.id
20 Oktober 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut