YLKI: Hak Buruh dan Konsumen Sering Terabaikan

Tulus Abadi
Sumber :
  • Antara/ Andika Wahyu

VIVA.co.id – Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) menilai hak buruh tak jauh berbeda dengan hak konsumen. Ironisnya, hak buruh dan konsumen sering dipinggirkan atau dimarginalisasikan oleh produsen atau pelaku usaha, terutama oleh pemilik modal besar.

img_title Prancis Kerahkan 70.000 Polisi Jelang Demo Besar Gelombang Kedua, Museum Ditutup

"Ironisnya pemerintah lebih sering berpihak pada pemilik modal, daripada melindungi hak-hak buruh dan hak konsumen," ujar Ketua Harian YLKI, Tulus Abadi, dalam pesan singkatnya, Sabtu 30 April 2016.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Memperingati hari buruh sedunia yang jatuh pada 1 Mei 2016, dan dalam konteks gerakan konsumen secara universal, lanjut Tulus, konsumen bisa bersinergi dengan buruh. Yaitu dengan cara tidak membeli atau mengonsumsi produk-produk baik barang dan jasa, yang dibuat dengan cara melanggar hak-hak buruh.

img_title Toko Mewah Dijarah, Bangunan Dibakar, Mengapa Demo di Prancis Memanas?

"Aksi boikot produk oleh konsumen, untuk menghukum produsen nakal, salah satunya yang melanggar hak-hak buruh, lazim dilakukan di negara-negara maju," kata dia.

Dalam konteks ini, menurut dia, konsumen seharusnya bukan hanya menuntut haknya sebagai konsumen, tetapi juga bertanggungjawab, bahwa barang atau jasa yang dikonsumsinya adalah barang yang tidak melanggar hak buruh, tidak melanggar hak asasi manusia, tidak mencemari lingkungan, bukan perusahaan pengemplang pajak, dan barang yang legal.

img_title Andi Gani Bilang KBPBI Tak Akan Gelar Demo 20 Oktober

"Dengan kata lain, jika konsumen mengonsumsi barang atau jasa yang bermasalah tersebut, sama artinya konsumen mendukung pelanggaran-pelanggaran dimaksud. Konsumen yang cerdas, bukan semata konsumen yang getol menuntut haknya, tetapi juga menjadi konsumen yang bertanggungjawab," ujar dia.

Ilustrasi buruh sepatu

1.100 Buruh Sepatu di Lebak Kena PHK, Berharap Bisa Bekerja Lagi

Sebanyak 1.100 buruh PT Parkland World Indonesia 6 di Lebak terkena PHK. Mereka berharap pabrik baru segera beroperasi agar bisa kembali bekerja. Baca di sini

img_title
VIVA.co.id
27 Oktober 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut