Wall Street Menguat Akibat Dolar Melemah

Bursa Wall Street Amerika Serikat.
Sumber :
  • Reuters

VIVA.co.id – Bursa saham Wall Street, Amerika Serikat (AS), menguat pada perdagangan awal Mei setelah mengalami kerugian pada minggu lalu. Saham keuangan yang positif dan dolar AS yang melemah menjadi pemicu dalam pergerakan saham di AS. 

img_title IHSG Dibuka Melemah, Terseret Keoknya Wall Street dan Bursa di Kawasan

Dilansir dari laman Reuters, Selasa 3 Mei 2016, saham Dow Jones industrial average ditutup naik 117,52 poin, atau 0,66 persen, ke 17.891,16. S & P 500 naik 16,13 poin, atau 0,78 persen menjadi 2.081,43 dan Nasdaq Composite .IXIC menambahkan 42,24 poin, atau 0,88 persen menjadi 4.817,59 .

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Keuntungan saham konsumen juga mengangkat saham, yang pada Jumat telah membukukan penurunan mingguan terbesar dalam lebih dari dua bulan. 

img_title Bursa Wall Street Bergejolak Dapat Kabar Trump Positif COVID-19

Saham Amazon (AMZN.O) melonjak 3,7 persen menjadi US$683,85, memberikan S & P 500 dan Nasdaq meningkatkan keuntungan terbesar mereka. Sektor saham barang konsumsi naik lebih dari satu persen sehingga ikut mengangkat bursa.

Indeks dolar DXY turun 0,5 persen di awal pekan dan merosot  6,1 persen sepanjang tahun ini. Tren ini mempengaruhi perusahaan AS di luar negeri. 

img_title Dulu Mesin Uang, Begini Kondisi ExxonMobil Sekarang

"Sepertinya dolar yang lemah mempengaruhi semua di awal pekan ini, dan membantu perusahaan yang melakukan bisnis di luar negeri," kata Bucky Hellwig, wakil presiden BB & T Wealth Management di Birmingham, Alabama. 

Sementara laba kuartal pertama dari perusahaan yang masuk indeks S & P 500 sebagian besar mengalahkan ekspektasi analis. Mereka masih memperkirakan turun 5,7 persen dari tahun lalu.

Saham Berkshire Hathaway (BRKa.N), naik 0,6 persen setelah pertemuan pemegang saham tahunan pada Sabtu, sementara sektor keuangan SPSY naik 1,1 persen.

Sebuah laporan dari Departemen Perdagangan menunjukkan belanja konstruksi naik ke tinggi 8-1 / 2-tahun pada bulan Maret.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Indeks saham Apollo Education (APOL.O) melonjak 12,4 persen menjadi US$8,77 setelah sekelompok investor menaikkan penawaran mereka.

Sekitar 7,1 miliar saham diperjualbelikan di bursa AS, bahkan dengan rata-rata harian selama 20 hari perdagangan terakhir, menurut data Thomson Reuters.
 

Wall Street New York

Rusuh di Gedung Kongres AS, Bursa Wall Street Malah Cetak Rekor Baru

Investor Wall Street tak terpengaruh aksi para pendukung Presiden Donald Trump di depan Gedung Kongres AS yang berujung rusuh.

img_title
VIVA.co.id
7 Januari 2021
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut