Koperasi Didorong Miliki Orientasi Ekspor
- ANTARA/Andika Wahyu
Menurut Wayan Dipta, produk olahan perkebunan dari koperasi dan UKM di Indonesia sangat potensial memasuki pangsa pasar global, bahkan ekspor produk lainnya seperti kerajinan tangan (handicraft) dan furniture sudah merambah beberapa negara kawasan Asia.
Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Pemprov Jawa Timur, I Made Sukharta mengatakan, ekspor kopi perdana bisa terealisasi atas kerja sama dan sinergi dari pemerintah pusat dan daerah. "Untuk masuk pasar ekspor, terutama ke negara di luar Asia sangat sulit karena harus memenuhi berbagai persyaratan," kata Sukharta.
Menurut dia, sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi koperasi selaku produsen untuk melakukan ekspor antara lain, standar kualitas produk, pembiayaan, dan market. "Dari segi kualitas ternyata hari ini kualitas produksi kami bisa di negara lain, negara yang menerima produk ini bukan Asia, tapi Australia," ujarnya.
Ketua Koperasi Mukmin Mandiri, Muhammad Zaki menargetkan, volume ekspor kopi Raja akan meningkat secara bertahap, sebanyak dua ton dalam setahun. "Ekspor kopi perdana ini akan dipasarkan secara ritel menyasar konsumen warga negara Indonesia yang berada di Australia," katanya.
Menurut dia, sasaran ekspor berikutnya akan merambah pasar di Timur Tengah, seperti Dubai. Saat ini, katanya, produksi kopi Raja sudah dipasarkan di Jawa Timur sebanyak 40 ton per bulan.
(mus)